Banyuwangi (beritajatim.com) – Arus balik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk terus mengalami peningkatan signifikan. PT ASDP Indonesia Ferry menyiagakan kapal khusus untuk mengangkut sepeda motor guna mempercepat layanan penyeberangan dari Banyuwangi menuju Bali.
Langkah ini diambil seiring lonjakan pemudik roda dua yang mendominasi pergerakan arus balik. Hingga Minggu (29/3/2026), tercatat sebanyak 97.683 unit kendaraan atau sekitar 59 persen telah menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk.
Sementara itu, jumlah penumpang yang telah menyeberang mencapai 314.491 orang atau sekitar 61 persen dari total pergerakan arus balik yang diprediksi.
Wakil Direktur PT ASDP Indonesia Ferry, Yossiannis Marciano, menegaskan bahwa sepeda motor menjadi prioritas utama dalam pelayanan arus balik tahun ini.
“Kami memaksimalkan beberapa kapal untuk memuat sepeda motor secara penuh karena sepeda motor menjadi prioritas utama, agar segera disebrangankan ke Bali, dalam arus balik,” ujar Yossiannis.
Selain optimalisasi kapal, ASDP juga melakukan penambahan loket khusus kendaraan roda dua dengan memanfaatkan loket yang sebelumnya digunakan untuk kendaraan barang. Kebijakan ini bertujuan mempercepat antrean dan mengurai kepadatan di area pelabuhan.
Tak hanya sepeda motor, prioritas penyeberangan juga diberikan kepada bus dan kendaraan penumpang. Sementara kendaraan logistik seperti truk untuk sementara diarahkan menuju buffer zone yang telah disiapkan di luar area pelabuhan.
“Kami memohon kesabaran kepada pengemudi truk karena saat ini kami harus memprioritaskan kendaraan penumpang terlebih dahulu,” kata Yossiannis.
Untuk mendukung kelancaran arus balik, ASDP saat ini mengoperasikan sebanyak 32 kapal di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Jumlah armada tersebut bersifat dinamis dan akan ditambah jika terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Selain itu, ASDP juga menerapkan delaying system bagi kendaraan logistik sebagai upaya mengurangi kepadatan di dalam pelabuhan. Sistem ini terbukti efektif menekan antrean kendaraan yang sebelumnya mencapai sekitar 4 kilometer, kini berangsur terurai menjadi sekitar 2 kilometer.
“Kami menyiapkan 32 kapal dan akan menambah apabila terjadi eskalasi peningkatan penumpang,” jelasnya. [alr/beq]






