Banyuwangi (beritajatim.com) – Festival Pasar Ikan Banyuwangi kembali digelar di Kampung Mandar. Berbagai macam kegiatan hingga pasar produk olahan hasil laut ditampilkan. Festival Fish Market ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam rangka mendorong masyarakat lokal untuk gemar makan ikan.
Pemerintah Banyuwangi bersama para warga dan nelayan termasuk beberapa perusahaan yang bergerak di bidang perikanan juga ambil bagian dalam kegiatan ini. Salah satunya, Aruna yang merupakan aggregator rantai pasok perusahaan asal Indonesia.
Dalam kiprahnya kali ini, Aruna melalui Yayasan Maritim memperkenalkan produk olahan perikanan hasil masyarakat lokal Kampung Mandar yang tergabung dalam UMKM Binaan Aruna.
Fokus pemerintah kabupaten Banyuwangi seperti kampanye Aruna #RevolusiProtein yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa hasil laut kaya akan sumber protein yang sangat bagus bagi tubuh manusia salah satunya dengan mengkonsumsi ikan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UMKM”]
“Inisiasi kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat setempat untuk gemar makan ikan agar dapat mengentaskan masalah stunting di Banyuwangi. Kami melihat ada tren kenaikan setiap tahunnya dari minat masyarakat akan konsumsi, maka kami menilai kegiatan ini memberi multiefek yang baik,” terang Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Alief R. Kartiono melalui Sekretaris Dinas Perikanan Suryono Bintang Samudra, Senin (8/8/2022). ).
Selain itu, Kadis Perikanan Kabupaten Banyuwangi Alief Rahman Kartiono menyebutkan Aruna telah berkontribusi dalam membantu kelompok UMKM untuk siap bersaing dengan pesaing lainnya.
“Saya senang dengan hadirnya Aruna bisa membantu kelompok UMKM lokal ini sehingga dapat naik kelas. Harapan saya agar UMKM lokal dapat mandiri dan berdaya saing nantinya baik di pasar lokal maupun internasional. Semoga kolaborasi ini tidak terhenti sampai di sini agar Aruna dan masyarakat pesisir dapat terus mengolah potensi lokal menjadi sesuatu yang berdaya saing,” ujar Alief.
Aruna menangkap hal positif dari inisiatif pemerintah kabupaten Banyuwangi dan melalui Yayasan Maritim ini. Meraka telah membina hubungan lebih dari 40 keluarga nelayan Kampung Mandar yang tergabung dalam kelompok UMKM Binaan Aruna.
Dari kelompok UMKM tersebut telah menghasilkan 6 produk pengolahan ikan baru asli Kampung Mandar. Di antaranya aneka variasi ikan pindang Mandar dan juga sambal petis khas Mandar.
Yayasan Maritim ini secara konsisten mendampingi kelompok UMKM dari proses edukasi tentang pengolahan ikan, teknik pengemasan produk hingga teknik pemasaran berbasis digital. Di samping itu, sebagai bentuk keseriusan Yayasan Maritim dalam membina UMKM, seluruh produk tersebut telah mendapatkan izin PIRT (Sertifikat Izin Pangan Industri Rumah Tangga) untuk dipasarkan.
“Kami bangga dapat berkontribusi langsung dalam membina dan mengembangkan potensi nelayan setempat yang ingin maju dan meningkatkan perekonomian-nya. Selama proses pendampingan berjalan, kami edukasi mereka tahapan demi tahapan sehingga menghasilkan 6 produk olahan baru tersebut dan bahkan kami juga membantu mereka untuk mendapatkan perizinan sehingga produk tersebut sudah siap untuk dipasarkan. Ini adalah salah satu bentuk keseriusan kami dalam mendukung pemerintah untuk memaksimalkan potensi laut Indonesia,” ujar Utari Octavianty, Co-founder & Chief Sustainability Officer Aruna. (rin/kun)






