Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka datang dari dunia perfilman Indonesia, di mana aktris senior Nani Wijaya telah meninggal dunia pada Kamis, 16 Maret 2023 dalam usia 78 tahun.
Anaknya, Cahya Kamila, mengumumkan kabar ini melalui akun Instagram pribadinya, yang kemudian disambut dengan ucapan duka dari rekan selebriti dan warganet.
Nani Wijaya lahir di Cirebon pada tanggal 10 November 1944. Dia menyelesaikan pendidikannya dengan Jurusan Kriminologi di FISIP Universitas Indonesia, namun kemudian memfokuskan pendidikannya pada bidang akting di Kino Acting Workshop Parfi dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1973.
BACA JUGA: Profil Dian Sastro yang Sedang Berulang Tahun Ke-41 Hari Ini
Karier Nani Wijaya di dunia film dimulai pada tahun 1958 ketika dia masih duduk di bangku SMP. Debutnya sebagai pemeran pembantu terjadi di film Darah Tinggi pada tahun 1960.
Selanjutnya, dia mendapat kesempatan menjadi pemeran utama pada dua film, Di Balik Dinding Sekolah dan Menjusuri Djedjak Berdarah pada tahun 1967. Nani semakin menanjak karier di dunia perfilman pada tahun 80-an dan berhasil memenangkan beberapa penghargaan, termasuk di Festival Film Indonesia (FFI).
Selain berkarier di dunia layar lebar, Nani juga berkiprah di dunia sinema elektronik dan komedi situasi (sitkom) di Tanah Air. Beberapa judul yang pernah dibintanginya antara lain Gara-Gara, Bung Besar, Aku Mau Hidup, Mat Beken, Cinta Buat Monita, Masih Ada Kapal ke Padang, Penantian, Gara-gara Plus, Bajaj Bajuri, dan Tukang Bubur Naik Haji.
Berikut adalah beberapa film yang pernah dibintangi oleh Nani Wijaya selama kariernya di dunia perfilman Indonesia: Linda (1958), Darah Tinggi (1960), Dibalik Dinding Sekolah (1961), DKN 109 (1962), Sing Sing So (1963), Njanjian Di Lereng Dieng (1964), Tak Kan lari Gunung Dikejar (1965), Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1966), Menjusuri Djedjak Berdarah (1967), Djampang Mentjari Naga Hitam (1968), dan Operasi X (1968).
BACA JUGA: Banjir Gresik Surut, Jalan Raya Morowudi Cerme Masih Tergenang
Selain itu, beberapa film lain yang dibintanginya di era 70-an antara lain Honey Money and Djakarta Fair (1970), Cinta Pertama (1973), Seruling Senja (1974), Benyamin Koboi Ngungsi (1975), Wulan Di Sarang Penculik (1976), Senyum Nona Anna, Secerah Senyum (1978), dan Harmonikaku (1979).
Di era 80-an, Nani Wijaya membintangi beberapa film layar lebar seperti Kembang Padang Kelabu (1980), Butir-butir Cinta Tak Bertepi(1981), Kartini (1982), Yang (1983), Kerikil-Kerikil Tajam (1984), dan Opera Jakarta (1985). Sedangkan di era 90-an, ia juga berkiprah dalam film Pengantin Remaja II (1991), dan Nuansa Gadis Suci (1992).
Penghargaan dan Prestasi Nani Wijaya
Prestasi dan kontribusi Nani Wijaya di dunia perfilman Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai seorang aktris senior, Nani berhasil meraih banyak penghargaan dan prestasi di dunia perfilman Indonesia.
Pada tahun 1981, Nani Wijaya berhasil meraih nominasi sebagai Pemeran Pembantu Terbaik dalam film Bukan Sandiwara pada Festival Film Indonesia. Prestasi ini diikuti dengan nominasi lainnya pada tahun 1984 untuk kategori yang sama dalam film Yang dan pada tahun 1988 untuk film Selamat Tinggal Jeanette.
BACA JUGA: Wisata Petung Park, Kulineran Sambil ‘Kecek’ di Sumber Mata Air Bebekan Trawas Mojokerto
Tidak hanya itu, Nani juga berhasil memenangkan dua Piala Citra untuk Aktris Pendukung Terbaik pada tahun 1978 untuk film Yang Muda Yang Bercinta dan pada tahun 1983 untuk film R.A. Kartini.
Meskipun kariernya di dunia perfilman Indonesia menurun di tahun 1990-an, Nani masih terus berkiprah di dunia hiburan Indonesia dengan berakting dalam beberapa sinetron dan sitkom populer seperti Bajaj Bajuri dan Tukang Bubur Naik Haji.
Kehidupan Pribadi Nani Wijaya
Selain sukses di dunia perfilman, Nani Wijaya juga dikenal sebagai ibu dari dua orang anak, yaitu Ida Farida dan Cahya Kamila. Cahya Kamila sendiri mengikuti jejak ibunya dan menjadi seorang aktris dan presenter.
Nani juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan murah senyum oleh rekan-rekannya di dunia hiburan. Menurut beberapa sumber, Nani sering memberikan nasihat dan motivasi kepada para aktor dan aktris muda di Indonesia.
Kabar meninggalnya Nani Wijaya tentu menjadi duka bagi banyak pihak, terutama bagi keluarga dan kerabat dekatnya. Namun, kontribusinya di dunia perfilman Indonesia dan kepribadiannya yang baik tentu akan dikenang dan diapresiasi oleh banyak orang.
BACA JUGA: Warga Probolinggo Mengamuk di Surabaya, Dikeroyok, lalu Meninggal
Akhir Hayat Nani Wijaya
Nani Wijaya, seorang aktris senior Indonesia, telah meninggal dunia pada 16 Maret 2023 dalam usia 78 tahun. Karier dunia akting film Nani dimulai pada tahun 1958 dan ia berhasil meraih banyak penghargaan dan prestasi selama berkarier di dunia hiburan Indonesia.
Meskipun kariernya di dunia perfilman menurun di tahun 1990-an, Nani Wijaya masih terus berkiprah di dunia hiburan Indonesia dengan berakting dalam beberapa sinetron dan sitkom populer.
Selain sebagai aktris, Nani Wijaya juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan murah senyum oleh rekan-rekannya di dunia hiburan. Kontribusinya di dunia perfilman Indonesia dan kepribadiannya yang baik tentu akan dikenang dan diapresiasi oleh banyak orang. (ian)






