Surabaya (beritajatim.com) – Ketika akhirnya Arsenal melepas Emiliano Martinez ke Aston Villa September 2020 lalu, banyak pengamat sepakbola yang mempertanyakan keputusan tersebut. Pasalnya, Martinez bermain cukup baik dan berhasil membawa Arsenal memenangi FA Cup musim 2020 melawan Chelsea.
Dan tadi malam, Martinez kembali ke Emirates Stadium dengan harapan tinggi. Meski sedang mengalami tren buruk karena terus kalah di dua laga terakhir setelah mereka berhasil mengalahkan Manchester United, Martinez tetap dinilai bermain gemilang.
Penampilan Martinez ketika berhasil membuat Bruno gagal mengeksekusi pinalti kala melawan United masih terus diingat. Ketika itu, ia memprofokasi Ronaldo untuk mengambil pinalti. Dan dipertandingan melawan Arsenal kali ini, ia kembali harus menerima tendangan pinalti.
Sejak laga dimulai, kedua tim sudah bermain dengan cukup keras. Bahkan, menit pertama baru saja berjalan, pemain Aston Villa Ollie Watkins sudah mendapat kartu kuning akibat kemelut di depan gawang Arsenal. Beberapa kali pemain dari kedua klub pun terlibat perselisihan. Seperti ketika Lacazette dan McGinn berdebat di depan wasit Craig Pawson.
Terus menerus mendapat hasil imbang di laga sebelumnya, Arsenal bermain dengan semangat tinggi. Bukayo Saka, Lacazette, dan Aubameyang memimpin serangan sejak menit pertama. Hasilnya, di menit 8 Auba berhasil memasukkan bola ke gawang Martinez. Namun, gol tersebut dianulir setelah Lacazette dinilai telah melakukan pelanggaran sebelum mengirim umpan ke Auba.
Gol yang mereka harapkan pun akhirnya datang di menit 23. Tendangan pojok dari Smith-Rowe berhasil di sundul tipis oleh Partey. Bola sundulan tersebut kemudian memantul tepat di depan Martinez dan masuk ke pojok gawang. Arsenal memimpin 1-0.
Terus menerus melakukan serangan, Arsenal tak kunjung mendapatkan gol tambahan. Peluang kembali mereka dapatkan di menit-manit akhir babak pertama. Bermula dari umpan silang dari sisi kiri, bola kemudian jatuh ke kaki Saka yang ada di tepi kotak pinalti Villa.
Melihat pertahanan Villa cukup rapat, Saka kemudia mengirimkan umpan ke tengah menuju Auba. Namun, berhasil diblok pemain Villa. Bola liar kemudian coba diambil oleh Lacazette yang kemudian mendapatkan takle dari belakang dan terjatuh. Berkat insiden tersebut, Arsenal mendapatkan hadiah pinalti.
Martinez kembali menunjukkan kualitasnya kali ini. Auba yang dipercaya menjadi algojo menendang bola pinalti dengan keras ke sisi kanan gawang. Bola meluncur keras dan tinggi tersebut berhasil diblok Martinez dengan baik. Sayang, bola muntah hasil tepisan tersebut berhasil dikejar Auba untuk kemudian mencetak gol kedua bagi Arsenal.
Di babak kedua, Arsenal kembali ngegas sejak menit pertama. Hasilnya, mereka mendapatkan gol ketiga di menit 56. Setelah berhasil melakukan intersep umpan pemain Villa, Smith-Rowe berlari ke depan dari sisi kiri lapangan. Bola di kaki Tavares kemudian diumpan ke Auba yang berada di tengah lapangan. Dengan sekali sentuh, Auba mengirimkan umpan flick ke Smith-Rowe yang bebas dari kawalan pemain Villa.
Setelah melakukan solo-run, Smith-Rowe melepaskan tendangan dari dalam kotak pinalti. Bola sempat membentur pemain bertahan Villa sebelum masuk ke tiang dekat Martinez.
Villa berhasil mendapat gol hiburan di menit-menit akhir laga, membuat pertandingan berakhir dengan skor 3-1. Berkat hasil ini, Arsenal kini berada jauh dari zona deegradasi dan bercokol di posisi 10. [tur/bjo]






