Eindhoven (beritajatim.com) – Ketajaman Arsenal sempat menurun drastis setelah kehilangan beberapa personel utama lini depan yang cedera. Dalam empat laga terakhir di liga domestik, The Gunners hanya mampu mencetak dua gol, yang semuanya terjadi saat mengalahkan Leicester City (15/2/2025). Namun, tren negatif itu tidak terbawa ke Liga Champions. Arsenal vs PSV di Liga Champions berakhir dengan kemenangan telak 7-1 pada leg pertama babak 16 besar dini hari tadi, mencatat rekor bersejarah dalam kompetisi ini.
Arsenal langsung unggul cepat dengan tiga gol dalam rentang 13 menit melalui Jurrien Timber (18′), Ethan Nwaneri (21′), dan Mikel Merino (31′). PSV sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Noa Lang (43′).
Namun, tuan rumah tak mampu berbuat banyak di babak kedua. Arsenal menambah empat gol tambahan melalui Martin Odegaard (47′, 73′), Leandro Trossard (48′), dan Riccardo Calafiori (85′).
Kemenangan ini membuat Arsenal mencetak sejarah sebagai tim pertama yang mampu mencetak tujuh gol dalam laga tandang di fase knockout Liga Champions. Ini juga menjadi kali kedua mereka mencetak tujuh gol di kompetisi Eropa setelah menghancurkan Standard Liege 7-0 di Piala Winners pada November 1993.
Selain itu, Arsenal kini mencatatkan lima kemenangan beruntun di Liga Champions, pencapaian yang terakhir kali mereka raih pada musim 2005-2006, saat berhasil mencapai final. Performa impresif ini menunjukkan ketajaman lini serang The Gunners yang kembali membaik setelah beberapa laga sebelumnya mengalami penurunan produktivitas gol.
“Ini malam (dini hari tadi, Red) istimewa. Kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri dan keyakinan kami,” ujar Mikel Arteta, dikutip dari TNT Sports.
Pada leg kedua di Emirates Stadium, London, pekan depan, Arsenal tetap akan lolos ke perempat final selama tidak kalah dengan selisih lebih dari lima gol. Jika melaju, The Gunners berpotensi menghadapi Real Madrid, yang pada waktu bersamaan berhasil mengalahkan Atletico Madrid 2-1. Duel ini akan menjadi ujian berat bagi Arsenal jika ingin melangkah lebih jauh di kompetisi elit Eropa ini. [dio/beq]






