Pacitan (beritajatim.com) – Kapal layar Arka Kinari kembali menyambangi Kabupaten Pacitan untuk kedua kalinya. Meski tidak dapat bersandar di Pelabuhan Pacitan akibat gangguan mesin dan cuaca buruk, sang pemilik kapal, Grey Filastine asal Spanyol dan Nova Ruth dari Indonesia, tetap melanjutkan misi sosial dan lingkungan mereka di kota berjuluk 70 Mile of Sea Paradise ini.
Salah satu agenda utama mereka adalah menggelar Srawung Komunitas Pacitan, sebuah forum diskusi dan pemetaan potensi kolaborasi antar komunitas serta pemangku kepentingan yang peduli terhadap isu lingkungan, kemanusiaan, dan kebudayaan. Kegiatan yang digelar di halking (halaman wingking) tersebut turut dihadiri oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji beserta istri.
“Sangat menyenangkan bisa kembali duduk bersama di sini. Kita semua ingin meninggalkan warisan dunia yang lebih baik untuk anak cucu,” ujar Grey Filastine, ditulis Jumat (1/8/2025).
Arka Kinari sendiri merupakan kapal layar yang telah disulap menjadi ruang kebudayaan terapung. Kapal ini telah berlayar ke lebih dari 25 negara, membawa misi lintas disiplin yang menggabungkan seni, musik, dan edukasi lingkungan. Di siang hari, kapal tersebut menjadi tuan rumah berbagai kunjungan dan diskusi. Sedangkan pada malam hari, Arka Kinari menjelma menjadi panggung terapung yang menyuguhkan pertunjukan musik dan teatrikal oleh duo Filastine dan Nova.
Bupati Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi kunjungan Arka Kinari ke Pacitan. Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, bisa memanfaatkan momen ini untuk menimba ilmu dan pengalaman dari para pelaut lintas budaya tersebut.
“Saya berharap teman-teman memanfaatkan momentum ini untuk belajar karena Arka Kinari sudah menjelajah ke berbagai negara dan banyak pengalamannya,” tutur Bupati.
Kehadiran Arka Kinari diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lokal untuk terus menjaga laut dan lingkungan, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas sektor demi masa depan yang berkelanjutan. [tri/aje]






