Malang (beritajatim.com) – Di tengah upaya memajukan pendidikan, Arif Bawono Surya justru memiliki cara sendiri untuk mengembangkan pengetahuan. Tahun 2019 lalu, Arif bersama partnernya, yakni Anggara mulai membuat platform pendidikan berbasis game, yakni Lets Play Indonesia.
“Saat itu, kami melihat ada problem di sesi pelatihan atau training klasikal yang cenderung satu arah dan membuat partisipan kurang terlibat secara aktif sehingga penyerapan materi kurang maksimal,” kata Arif.
Seiring sejalan dengan adanya perkembangan teknologi, seluruh sektor bergerak untuk melakukan perubahan. Salah satunya di bidang edukasi.
Saat ini, banyak platform edukasi yang menyediakan jasa untuk pembelajaran cepat, kebanyakan berbasis online. Tujuannya, yakni sama-sama memberikan pengetahuan untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa.
Berangkat dari permasalahan tersebut, Arif dan partnernya kemudian melakukan berbagai riset untuk mencari solusi.
“Setelah kami gali melalui beberapa riset, ada yang menyebutkan bahwa salah satu cara untuk mengoptimalkan sesi pembelajaran adalah melalui praktik langsung atau menggunakan experiential learning,” sambung pria berkacamata tersebut.
Setelah melakukan diskusi panjang, keduanya akhirnya bersepakat menggunakan game sebagai media pembelajaran.
“Karena saat bermain game partisipan akan secara langsung terlibat secara aktif dalam sesi pembelajaran,” papar pria yang merupakan Co-Founder Lets Play Indonesia ini.

Meski demikian, bukan berarti ia tak menemukan kendala saat memulai usaha rintisan tersebut. Sebab, sebagian besar orang saat itu beranggapan bahwa pembelajaran dan game merupakan dua hal yang berbeda.
“Jadi masih banyak anggapan bahwa game hanya untuk aktivitas yang tidak produktif. Maka di awal kami harus meyakinkan banyak pihak bahwa game bisa dipakai sebagai media pembelajaran,” kata pria yang juga menjabat sebagai Head of Creative and Product Development Lets Play Indonesia ini.
Baca Juga: Lets Play Indonesia, Startup Asal Malang yang Go International
Tantangan berikutnya, sambung Arif adalah menjelaskan apa itu game based learning dan bagaimana menjalani sesi bermain. Karena banyak orang yang tidak terbayang bagaimana sesi game based learning atau pelatihan menggunakan game
“Pelan tapi pasti, banyak testimoni atau pengakuan bagus yang hadir dari partisipan, bahkan sampai saat ini Lets Play Indonesia tumbuh secara organik,” papar dia.
Secara perlahan, Lets Play Indonesia direferensikan dari mulut ke mulut oleh circle para partisipan yang pernah mengikuti sesi Letsplay Indonesia.
Kemudian, di tahun 2022 juga mulai ada pengakuan game bisa dipakai sebagai media pembelajaran dari dua kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan PAN-RB
“Dari tahun ke tahun juga semakin banyak pihak yang mulai memahami bahwa game memiliki potensi untuk digunakan sebagai pengantar konten positif. Klien Letsplay Indonesia tersebar dari corporate swasta, BUMN, UMKM, Instansi Pemerintahan, UMKM, startup hingga organisasi dari luar negeri” ujar pria yang sebelumnya aktif di lembaga pelatihan bisnis.
Pada kesempatan tersebut, Arif ingin memberikan pesan bagi anak muda Indonesia agar terus melakukan inovasi dan menciptakan solusi bagi permasalahan yang terjadi. “Play More, Learn More..Let’s Play,” pungkas Arif. (ted)
============
Konten Kerjsama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






