Blitar (beritajatim.com) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Blitar menegaskan bahwa pihaknya tidak ada sangkut paut dengan biaya ekstra yang dikeluarkan oleh Tim Arema FC. PSSI Kota Blitar pun tidak tahu jika Arema FC mengeluarkan biaya ekstra hingga Rp100 juta rupiah per pertandingan saat bermain di Stadion Soepriadi.
Selama ini PSSI Kota Blitar hanya bertugas memberikan rekomendasi agar pertandingan Arema FC bisa digelar di Stadion Soepriadi. Soal teknis pengamanan dan pelaksanaan pertandingan PSSI Kota Blitar mengaku tidak pernah ikut campur.
Sehingga PSSI Kota Blitar tidak tahu bahwa Arema fc harus mengeluarkan biaya ekstra hingga Rp100 juta untuk teknis pelaksanaan pertandingan.
“Jadi PSSI hanya merekomendasikan ke Dinas Pemuda dan Olahraga untuk bisa dimainkan di Stadion Soepriadi. Terkait kepanpelan PSSI Kota Blitar tidak diikutkan di sini karena kepanpelan itu dibawah Arema itu sendiri begitu juga dengan aparat kepolisian itu juga langsung dengan Arema dengan polisi itu sendiri,” ungkap Ketua PSSI Kota Blitar, Yudi Meira, Jumat (14/02/2025).
Manajemen Arema baru saja mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan. Ternyata selama bermain di Stadion Soepriadi Blitar, Arema fc selalu mengeluarkan dana sebesar Rp100 juta rupiah untuk biaya ekstra.
Uang senilai Rp100 juta itu menurut Manajemen Arema FC digunakan untuk pengamanan, ground handling, dan tambahan personil kepanpelan. PSSI Kota Blitar pun menegaskan bahwa pihaknya tidak ada kaitannya dengan uang tersebut.
“Kita tidak ada kaitannya (soal uang), kalau soal anggaran itu sebenarnya sudah wajar kog Rp100 juta itu karena personil pengamanannya juga banyak, kalau pihak Arema menyampaikan anggaran Rp100 juta itu sudah wajar dan tidak ada kaitannya dengan PSSI dan Dispora,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar. Dispora Kota Blitar menegaskan bahwa pihaknya tidak ada sangkut paut dengan uang ekstra yang dikeluarkan oleh pihak Arema fc.
Selama ini Dispora Kota Blitar hanya menerima uang sewa Stadion Soepriadi yang telah diatur dalam aturan resmi. Pihaknya pun tidak tahu menahu soal uang di luar sewa stadion.
“Kami itu hanya memberikan izin penggunaan stadion di luar itu kami tidak tahu, dan soal pelaksanaan dan pengamanan itu di luar kami,” ungkap M. Aminurcholis, Kepala Dispora Kota Blitar.
Adapun biaya sewa Stadion Soepriadi pada hari pertandingan adalah hanya Rp4 juta. Sementara untuk kegiatan TC jelang pertandingan Arema FC hanya dipatok harga Rp700 ribu per hari. Di luar biaya itu PSSI dan Dispora Kota Blitar pun tidak mengetahui hal itu. (owi/ian)






