Blitar (beritajatim.com) – Arema FC bakal kembali berkandang di Stadion Soepriadi Kota Blitar saat menjamu Malut United pada Oktober 2024 nanti. Rencana tersebut akan berjalan seiring selesainya proses perbaikan rumput stadion yang dijadwalkan pada 15 Oktober 2024.
Dengan selesainya perbaikan itu, pertandingan antara Arema FC vs Malut United pada tanggal 19 Oktober 2024 bisa digelar di Blitar. Kondisi rumput Stadion Soepriadi Kota Blitar pun dipastikan dalam keadaan yang lebih baik dan siap untuk menggelar pertandingan lanjutan Liga 1.
“Masa pemeliharaan rumput Stadion Soepriadi Kota Blitar ini sampai tanggal 15 Oktober 2024 mendatang,” ungkap Yudi Meira, Ketua PSSI Kota Blitar, Senin (16/9/2024).
Perbaikan rumput Stadion Soepriadi Blitar sendiri sudah dilakukan sejak bulan Agustus 2024 lalu. Pihak yang ditunjuk oleh Arema Fc untuk melakukan perbaikan dan perawatan rumput adalah PT. Harapan Jaya Lestarindo.
Saat ini rumput Stadion Soepriadi Blitar memasuki tahap perawatan, usai dilakukan perbaikan. Pemeliharaan rumput ini pun juga masih ditangani oleh PT. Harapan Jaya Lestarindo.
Kondisi saat ini rumput Stadion Soepriadi Blitar nampak lebih hijau. Tidak ada lagi rumput yang mati atau menguning seperti saat digunakan 2 laga kandang Arema beberapa bulan lalu.
Permukaan lapangan Stadion Soepriadi Blitar sendiri juga nampak lebih rata. Di Beberapa sisi yang sebelumnya nampak bergelombang kini lebih rata dengan kondisi rumput yang hijau dan siap untuk menggelar pertandingan sepakbola.
“Selama masa pemeliharaan tidak ada kegiatan pertandingan, namun setelah selesai akan pemeliharaan Arema itu akan bermain home tanggal 19 Oktober 2024,” tegasnya.
Seperti diketahui, Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya telah memberikan teguran kepada Arema FC terkait kualitas lapangan Stadion Soepriadi. Keluhan dari klub lawan terkait kondisi lapangan menjadi pemicu dilakukannya perbaikan secara besar-besaran.
Menurut laporan Lestarindo, kondisi lapangan Stadion Supriyadi yang keras dan banyaknya rumah cacing menjadi kendala utama. Kondisi ini menyebabkan aliran bola tidak lancar dan kualitas permainan terganggu.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Lestarindo telah melakukan upaya, diantaranya Nematisida: Penggunaan nematisida bertujuan untuk mengurangi populasi cacing tanah dan mencegah kotoran cacing naik ke permukaan lapangan.
Selanjutnya dilakukan Aeration dan Top Dressing yakni Proses aeration berfungsi untuk meng aerasi tanah, sementara top dressing dilakukan untuk memperbaiki permukaan lapangan dan memberikan nutrisi tambahan.
Pihak kontraktor juga melakukan releveling dan sulam pada lapangan dalam waktu dua bulan ke depan. Hal ini bertujuan untuk membuat permukaan lapangan lebih rata dan sempurna. [owi/beq]






