Jember (beritajatim.com) – Febriana Dwipuji Kusuma, atlet bulutangkis asal Kabupaten Jember, merebut dua medali emas cabang olahraga bulutangkis untuk Kontingen Provinsi Jawa Timur, dalam Pekan Olahraga Nasional di Papua, 2-15 Oktober 2021.
Febriana yang berpasangan dengan Marsheilla Gischa Islami merebut medali emas ganda putri dengan mengalahkan wakil Jawa Barat, Melani Mamahit/Rayhan Vania Salsabila di Gor Waringin Jayapura, Papua, Indonesia pada Rabu (13/10/2021) siang WIB, 21-15 dan 21-12. Sebelumnya, Febriana juga menjadi bagian dari tim bulutangkis beregu putri Jawa Timur yang mengalahkan DKI Jakarta di final 2-0.
Sukses Febriana meraih dua medali emas ini tidak mengejutkan Ketua Harian Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Jember Agus Hadi Santoso. “Dia bagian dari tim Indonesia yunior yang menjuarai Suhandinata Cup 2019 di Kazan, Rusia,” katanya, Jumat (15/10/2021).
Dalam final melawan China, Indonesia menang 3-1. Berpasangan dengan Putri Syaikah, Febriana menaklukkan pasangan ganda putri Li Yi Jing/Tan Ning 16-21, 25-23, 21-13, Sabtu (5/10/2019.
Febriana mengawali karirnya sebagai pemain bulutangkis sejak usia kanak-kanak di klub Smash Jember. Bakatnya ditemukan sang pelatih Eny Julijati. “Postur dia gemuk dan sudah sering juara usia dini di Jawa Timur. Tapi ke depan kalau main tunggal terus kelihatannya berat. Akhirnya saya arahkan ke ganda putri berpasangan dengan anak saya, Fauzia Kartikasari. Anak saya sudah tidak mau main single, ingin main ganda,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pon-papua”]
Enam bulan bermain di ganda, permainan Febriana berkembang. Bakatnya bagus. “Smash-nya keras,” kata Eny.
Tahun 2013, Febriana lolos audisi yang digelar Persatuan Bulutangkis Djarum di Jakarta. Di sana, kemampuan Febriana semakin matang dan berhasil nemebus pusat pelatihan nasional. Enam tahun setelah ditempa Djarum dan pelatnas, dia menjadi runner up BWF World Junior Championships 2019 untuk ganda putri.
Gadis kelahiran 19 Februari 2001 itu juga menjadi juara Malaysia Junior International Challenge 2019 untuk ganda putri. “Dia bakal menjadi pengganti Apriani Rahayu, dua tiga tahun lagi bakal jadi andalan Indonesia,” kata Agus. [wir/but]






