Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan Asosiasi Pekerja Migran Indonesia (APMI) Jatim melakukan aksi flash mob sebagai bentuk dukungan atas penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
KTT G 20 merupakan pertemuan puncak yang dihadiri oleh seluruh Kepala Pemerintahan atau Negara anggota G20.
Aksi yang dilakukan bertepatan dengan hari sumpah pemuda ini digelar di sekitaran Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) RRT Surabaya Jl. Mayjen Sungkono – Surabaya. Sembari membawa sejumlah banner bertuliskan dukungan KTT G20 Sukses Ekonomi Bangkit serta memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi satu poin utama dalam dukungan yang disuarakan Asosiasi Pekerja Migran Indonesia (APMI) Jatim.
Peserta aksi juga berhenti di perempatan lampu merah Mayjen Sungkono dan meneriakkan yel-yel dukungan.
“ Recover Together, recover stronger,” teriak mereka.
Penanggungjawab Asosiasi Pekerja Migran Indonesia (APMI) Jatim, Hari Nugroho mengatakan, aksi ini bertujuan mendukung terlaksananya KTT G20 di Bali pada 15 November 2022 mendatang.
“Sekaligus untuk memperkenalkan bahwa Asosiasi Pekerja Migran Indonesia (APMI) Jatim siap mensukseskan semuanya,” kata Hari Nugroho, Jumat (28/10/2022).
Lebih lanjut, ia berharap pelaksanaan KTT G20 turut berdampak pada kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Terutama terkait perlindungan, kepastian hukum, dan kebijakan program pemerintah yang menjadi bahasan penting dalam KTT G20. Sehingga, dapat memperbaiki nasib para Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara keseluruhan.
“PMI merupakan pahlawan devisa, sehingga layak untuk mendapat perlindungan dan kepastian hukum. Apalagi G20 kan perekonomian, kita juga berharap dapat berdampak meningkatkan perekonomian Indonesia pasca pandemi Covid 19” ujarnya.
Hari Nugroho menjelaskan, saat ini anggota Asosiasi Pekerja Migran Indonesia (APMI) Jatim berjumlah lebih dari 30.000 orang.
Asosiasi Pekerja Migran Indonesia (APMI) Jatim berharap besar pelaksanaan KTT G20 dapat memberi dampak positif kepada seluruh rakyat Indonesia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ktt-g20-bali”]
Diketahui, KTT G20 akan dihadiri oleh 19 negara serta satu kawasan ekonomi, yaitu Uni Eropa. Terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, dan Turki.
Dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”, pada KTT G20 ini Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bekerja sama memulihkan diri dari pandemi serta membangun dunia secara berkelanjutan.
Penetapan Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 telah diumumkan sejak dua tahun yang lalu, saat KTT G20 berlangsung di Riyadh, Saudi Arabia, dari tanggal 21 sampai 22 November 2020.
Prosesi serah terima dilaksanakan satu tahun yang lalu di KTT G20 yang dilaksanakan di Roma, Italia, pada tanggal 30 sampai 31 Oktober 2021. Ini merupakan pertama kalinya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah KTT G20 semenjak pembentukannya pada tahun 1999 silam.
Hal ini merupakan sesuatu yang istimewa untuk negara ini, karena dengan dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah G20, berkesempatan untuk mendorong perwujudan kebijakan yang mampu memicu pemulihan ekonomi dunia.
Selain itu, pelaksanaan G20 di Indonesia juga mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan politik yang cukup signifikan bagi tanah air. [uci/ted]






