Lamongan (beritajatim.com) – Aplikasi Kiossku karya mahasiswa Lamongan berhasil meraih medali perunggu di ajang Malaysia Invention and Innovation Expo 2023 yang bekerjasama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA).
Mahasiswa asal Lamongan, Muhammad Hariz Izzudin, bersama rekan-rekannya mampu menciptakan aplikasi inovasi yang bernama ‘Kiossku’.
Rekan-rekan Hariz itu di antaranya Nabilatus Sya’adah, Hezbi Muhammad Sulaiman, Aprilia Dwi Cristyana, Dafit Ody Endriantono Mochammad Syarif Fadh Annaufal, dan Bryanka Miella Wafi.
Diketahui, ajang lomba inovasi itu digelar secara online dan diikuti lebih dari 346 tim, yang berasal dari 4 negara, meliputi Malaysia, Indonesia, Thailand dan Vietnam.
Hariz selaku ketua tim mengungkapkan, Kiossku merupakan sebuah aplikasi untuk memfasilitasi antara pemilik properti dengan pelaku usaha yang sedang mencari properti atau kios.
Baca Juga:
Bupati Lamongan Terbang ke Belu NTT, Ini Agendanya
“Bedanya dengan aplikasi lain (yang sejenis), di aplikasi Kiossku ini teras depan rumah juga bisa menjadi peluang untuk disewakan, sehingga pelaku UMKM bisa mendapat tempat usaha yang murah juga,” ujar Hariz, Jumat (19/5/2023).
Mengenai penggunaan aplikasi Kiossku ini, sambung Hariz, cukup mudah dioperasikan. Menurutnya, pemilik kios atau properti yang menggunakan aplikasi itu tinggal membuat akun dan menawarkan propertinya yang hendak disewakan.
“Pemilik properti bisa mengunggah properti yang ingin dijual atau disewakan. Baik berupa kios, lahan kosong hingga teras rumah,” tandas mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) tersebut.
Sementara bagi pencari properti, tutur Hariz, tinggal membuka platform tersebut kemudian bisa memilih properti mana yang sesuai kebutuhannya, baik dari segi harga, jenis properti usaha hingga lokasinya.
“Setelah menemukan yang cocok, kemudian pengguna bisa menghubungi pemilik properti yang sudah tertera dan bisa segera membuka usahanya,” bebernya.
Baca Juga:
Ubah Stigma Negatif Jadi Prestasi, Pemkab Lamongan Gelar Turnamen Biliar
Dikatakan Hariz, awal mula munculnya ide untuk menciptakan aplikasi Kiossku ini bermula saat dirinya ingin merintis usaha kecil-kecilan. Akan tetapi, kala itu dia kesulitan untuk mendapatkan tempat yang cocok dan sesuai dengan usaha yang akan dijalankannya.
“Ide aplikasi Kiossku sendiri muncul saat saya mau membuka usaha UMKM di pinggir jalan, namun kesulitan dalam mencari tempat usaha yang murah dan sesuai dengan preferensi usaha saya. Sehingga muncul ide kiossku ini,” katanya.
Kini, Hariz mengaku senang dan bangga karena aplikasi yang diciptakan bersama teman-temannya itu mampu menyabet medali perunggu. Perjuangan itu pun terbilang tak mudah, pasalnya dia dan teman-temannya harus menyingkirkan ratusan peserta lain yang berasal dari negara-negara tetangga.
Lebih lanjut, Hariz berharap, aplikasi Kiossku yang dibuat dari hasil jerih payahnya bersama teman-temannya itu nantinya bisa bermanfaat dan mampu memudahkan para pelaku UMKM untuk mendapatkan tempat usaha yang sesuai dengan kebutuhan.
“Semoga bisa membantu para UMKM dalam menemukan tempat usahanya, serta dapat meningkatkan jumlah UMKM yang ada di Indonesia, karena mudahnya akses untuk menyewa tempat usaha secara online,” pungkas Hariz, alumni Madrasah Aliyah (MA) Sains Roudlotul Qur’an Lamongan itu. [riq/beq]






