Banyuwangi (beritajatim.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi siap berkolaborasi untuk mengembangkan potensi pertanian dan hortikultura di Bumi Blambangan.
Kesepakatan ini terjalin dalam pertemuan antara Ketua DPP Apindo Jatim, Eddy Widjanarko, dan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan beberapa waktu lalu.
Eddy Widjanarko optimistis bahwa Banyuwangi memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai hasil pertanian dan hortikultura, seperti alpukat, manggis, buah naga, dan durian.
“Kami melihat peluang besar untuk ekspor hasil panen ke berbagai negara, termasuk China,” ujar Eddy.
Ia menambahkan, Apindo Jatim siap membantu Banyuwangi dalam mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian dan hortikultura, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah bagi produk lokal.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik komitmen Apindo Jatim. Ia mengatakan bahwa Banyuwangi memang memiliki banyak petani yang sudah melakukan ekspor secara B2B, seperti manggis dan buah naga.
“Namun, kami masih terkendala dalam hal infrastruktur, seperti belum adanya pelabuhan ekspor dan industri pengolahan,” ujar Ipuk.
Ia berharap, dengan kolaborasi ini, Banyuwangi dapat mengatasi kendala tersebut dan semakin meningkatkan potensi pertanian dan hortikulturanya.
“Kami juga ingin membuka kesempatan bagi mahasiswa dan putra putri Banyuwangi untuk magang di industri yang menjadi anggota Apindo,” tambah Ipuk.
Kunjungan ke PG Glenmore
Sebelum bertemu dengan Bupati Ipuk, rombongan DPP Apindo Jatim berkesempatan mengunjungi Pabrik Gula Glenmore, salah satu pabrik gula termodern di Indonesia.
General Manager PG Glenmore, Sugondo, menuturkan bahwa PG Glenmore menargetkan menggiling 1 juta ton tebu pada tahun 2024.
“Peningkatan target ini merupakan upaya untuk mendukung swasembada gula nasional dan meningkatkan kinerja PG Glenmore,” ujar Sugondo.
Ketua DPP Apindo Jatim, Eddy Widjanarko, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja PG Glenmore.
“Saya kagum dengan teknologi yang digunakan di sini. Produksinya stabil, waste sedikit, dan semua kegiatan dikontrol oleh mesin. Ini menunjukkan bahwa PG Glenmore adalah industri modern,” ujar Eddy.
Ia berharap, seluruh pabrik gula di Indonesia dapat dimodernisasi agar dapat meningkatkan kapasitas dan produksi, serta memenuhi konsumsi gula dalam negeri.
Kolaborasi antara Apindo Jatim dan Pemkab Banyuwangi ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak, serta mendorong kemajuan sektor pertanian dan hortikultura di Banyuwangi. [rea/aje]






