Sumenep (beritajatim.com) – Api misterius di rumah H. Hairun, (55), warga Desa Payudan Nagger, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, kembali muncul, setelah sempat mereda.
Kali ini api tanpa sumber api itu tiba-tiba muncul membakar selimut yang tengah digunakan sebagai alas tidur dua cucu Hairun, yakni Wardatut Toyyibah, 8 tahun, dan Moh. Ikrom, baru berumur 16 bulan. Mereka tidur di ruang tamu.
Kedua bocah ini langsung menjerit dan menangis karena terkena panasnya api. Jeritan kedua bocah itu membangunkan tante dan kakaknya.
Baca Juga: Update Kebakaran Gunung Lawu, Pemadaman Lebih Lama daripada Bromo
“Melihat ada api di alas tidur, tantenya ini langsung menggendong keponakannya dan membawanya keluar rumah,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (11/10/2023).
Para tetangga pun berdatangan dan bersama-sama memadamkan api misterius itu. Akibat sambaran api tanpa sebab itu, jari tangan Wardatut Toyyibah pun melepuh terkena api.
‘Teror’ api misterius itu belum berhenti. Hanya berselang jam di hari yang sama, api misterius itu muncul di rumah Musdalifah, anak H. Hairun. Rumah Musdalifah ini berbeda dusun dengan rumah Hairun.
Baca Juga: Balkondes PGN Karangrejo Sukses Kembangkan Ekonomi Berbasis Wisata
Di rumah Musdalifah, api membakar kasur yang diletakkan di ruang tamu. Kebetulan saat itu Musdalifah sedang menginap di rumah mertuanya di Desa Cenlecen, Kecamatan Pakong, Pamekasan.
“Ketika sampai di rumah, dia ini kaget, kok ada asap mengepul di ruang tamu. Ternyata kasurnya terbakar. Dia langsung menyeret kasur itu ke halaman, dan menyiram dengan air untuk memadamkan api,” ungkap Widiarti.
Tidak hanya kasur dan selimut yang terbakar. Akibat panasnya api misterius itu, kaca jendela rumah pun retak. “Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 2.600.000,” ujar Widiarti.
Baca Juga: Kejari Surabaya Siapkan 4 Jaksa Untuk Teliti Berkas Ronald Tannur
Percikan api misterius itu muncul pertama kali pada Selasa (03/10/2023), membakar taplak meja di ruang tamu H. Hairun. Saat itu, Hairun, pemilik rumah, tengah duduk di kursi ruang tamu. Sekitar 20-30 menit berikutnya, api muncul di 6 titik yang berbeda. Ada yang membakar sofa, hiasan dinding, hingga tongkol jagung di dalam karung di belakang rumah. Keesokan harinya, percikan api tanpa sebab itu muncul lagi di 4 titik. Salah satunya menyambar tas yang tergantung di dinding.
Berikutnya, api terus menerus muncul di titik yang berbeda, mulai teras, ruang tamu, kamar, hingga belakang rumah. Setidaknya 26 kali percikan api misterius itu muncul.
“Saya juga tidak tahu penyebabnya apa. Cuma kalau kata ‘orang-orang pintar’ yang saya datangi, api itu kiriman. Entah dari siapa dan apa maksudnya, saya juga tidak bisa menduga-duga,” ucap pemilik rumah, Hairun. (tem/ian)






