Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalokasikan dana Rp 2 miliar dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023 untuk membantu penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC).
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Sholichah mengatakan, anggaran tersebut diperuntukkan dua hari penyelenggaraan JFC tahun depan. “Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan JFC berkaitan dengan kebutuhan mereka,” katanya, dalam rapat kerja dengan Komisi B di DPRD Jember, Senin (24/10/2022).
Menurut Sholichah, kebutuhan biaya penyelenggaraan JFC lebih dari Rp 2 miliar. “Cuma kami anggarkan Rp 2 miliar, cukup atau tidak, untuk beberapa kegiatan yang bisa kami fasilitasi,” katanya.
Sholichah menegaskan, Rp 2 miliar bukan dana hibah. Dinas Pariwisata akan melelang pemenuhan sejumlah kebutuhan penyelenggaraan JFC seperti sewa tenda dan lain-lain. “Kami akan tetap melakukan pengadaan. Sistem penganggaran kami berbeda dengan JFC, sehingga kami akan melakukan lelang,” katanya.
Besarnya kebutuhan biaya, membuat JFC masih akan menjual tiket pertunjukan. “Informasinya ini untuk membiayai kelangsungan JFC selama satu tahun. Jadi tidak ada hubungannya dengan penyelengaraan ini,” kata Sholichah.
Perhatian pemerintah daerah terhadap JFC tidak cukup hanya pada penyelenggaraan, namun juga pada pengembangannya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Harry Agustriono mengatakan, akan ada penyelenggaraan JFC di tingkat kecamatan. “Jadi berbasis wilayah untuk menumbuhkan regenerasi JFC,” katanya.
“Memang belum di semua kecamatan. Tapi prioritasnya ada empat sampai enam kecamatan yang akan kami (sosialisasikan) manajemen event, khususnya untuk JFC. Juga ada sektor pelatihan ekonomi kreatif pada 2023,” kata Harry.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jfc”]
JFC adalah karnaval fesyen tahunan yang diikuti ratusan orang model yang menyusuri jalan raya sepanjang 3,6 kilometer yang diselenggarakan sejak 2002. Karnaval perdana digelar pada 1 Januari 2003 tanpa tema utama. Hanya ada tiga defile, yakni Cowboy, Punk, dan Gypsy. Pertunjukan kedua digelar pada 30 Agustus tahun yang sama, dengan menampilkan lima defile bertema pakaian Arab, Maroko, India, China, dan Jepang.
Tema utama mulai digunakan pada JFC 4 pada 2005. Dynand mengambil tema besar Discover The World yang menampilkan delapan defile. Dia berhasil membangun karakter pembeda JFC dengan karnaval-karnaval lain di Indonesia. Publik mulai memperhitungkan kehadiran karnaval ini.. Media-media nasional dan internasional pun mulai mengarahkan lensa kamera ke Jember. Sewindu kemudian, JFC menjadi ‘merek’ Kabupaten Jember. [wir/but]






