Surabaya (beritajatim.com) – Duduk di depan televisi setelah hari yang panjang dan melelahkan merupakan salah satu cara menghabiskan waktu yang populer. Apalagi di masa sekarang, di mana televisi juga dilengkapi dengan akses streaming ke layanan favorit kita seperti Youtube, Netflix, dan Disney+ akan membuat kita semakin sulit meninggalkannya.
Biasanya, kegiatan menonton dilakukan dengan ditemani cemilan, dan terkadang kita tidak akan sadar seberapa banyak yang telah kita makan. Mungkinkah dengan menonton televisi kita bisa menstimulasi dan meningkatkan nafsu makan?
Menurut sebuah artikel di Cleveland Clinic, sebuah klinik kesehatan di Amerika Serikat, televisi tidak menstimulasi atau meningkatkan nafsu makan tetapi, distraksi dari nafsu makan tersebut. Ketika kita menonton televisi dan makan secara bersamaan, perhatian akan terfokus ke program yang kita tonton. Sehingga, kita kurang memperhatikan sinyal-sinyal neurologi dan gastronomi yang memberi tahu bahwa kita sudah kenyang dan terus makan.
Menonton sambil makan, akan menciptakan asosiasi kognitif dalam otak yang mungkin membuat kita menganggap bahwa dua aktivitas tersebut harus dilakukan secara bersamaan. Dengan kata lain, kita bisa saja mengambil makanan tanpa kita sadari karena kita sudah memiliki anggapan bahwa kegiatan menonton televisi harus dibarengi dengan makan, bahkan ketika kita tidak lapar. Banyaknya makanan yang kita konsumsi saat menonton televisi juga bisa dipengaruhi oleh durasi program yang kita tonton atau durasi kita menonton televisi tersebut.
Jadi apakah makan sambil menonton televisi adalah sebuah hal yang buruk? Seperti hal-hal pada umumnya, menggabungkan kedua aktivitas tersebut boleh saja asal tidak dilakukan dengan berlebihan. Akan tetapi, makan tanpa menonton televisi, dapat membiasakan diri kita dengan mindful eating. Sehingga, kita sepenuhnya sadar atas sinyal-sinyal neurologi dan gastronomi bahwa kita sudah kenyang. Hal tersebut tidak mungkin terjadi jika kita melakukannya sambil menonton televisi. (dwp/tur)






