Surabaya (beritajatim.com) – Tipe ambivert merupakan seseorang yang bisa menyesuaikan kondisi. Ia tahu kapan harus menjadi tertutup, pendiam, dan juga aktif dalam suatu hal. Dengan kata lain, ia mempunyai keseimbangan antara kepribadian introvert dengan ekstrovert.
Mungkin masih banyak orang yang masih bingung, apa ia tipe orang dengan kepribadian introvert atau ekstrovert? Sedangkan ia sendiri terkadang merasakan keduanya. Ya, bisa jadi itu golongan orang ambivert. Berikut ini cara untuk mudah dalam membedakannya.
Dalam interaksi sosial, mungkin jika introvert akan lebih memilih menyendiri atau berkumpul dengan satu hingga dua orang. Sedangkan para ekstrovert akan lebih senang jika berkumpul dengan banyak orang. Di sisi lain ambivert bisa sangat menikmati situasi yang ramai, tapi ada juga saat di mana ia memilih untuk menyendiri.
Begitupun ketika bertemu orang baru. Di saat introvert cenderung tertutup dan lebih banyak diam, ekstrovert sebaliknya. Ia akan tampak mudah bergaul dan sangat akrab. Sedangkan ambivert mungkin akan mudah untuk memulai pembicaraan, tapi ia tidak akan terlalu banyak bicara.
Gaya kerja ketiganya pun tentunya memiliki perbedaan. Introvert akan lebih cepat menyelesaikan tugasnya dengan waktu bekerja sendirian. Sedangkan ekstrovert lebih suka berkelompok atau kerja tim. Di sisi lain, ambivert kerap menjadi penengah. Karena ia bisa bekerja dengan menyesuaikan kondisi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kepribadian”]
Dalam hal komunikasi, mungkin kita tahu bahwa sosok introvert memang seorang pendengar yang baik. Namun, untuk berkomunikasi ia cenderung tidak terlalu bisa. Berbeda dengan ekstrovert yang sangat ahli dalam berkomunikasi. Meskipun mungkin jarang mendengarkan.
Sedangkan para ambivert bisa menjadi keduanya. Ia bisa menghidupkan komunikasi sekaligus pendengar jika dibutuhkan.
Perihal mempercayai orang lain, para introvert akan merasa cukup kesulitan. Berbanding terbalik dengan ekstrovert yang justru terlalu mudah menaruh kepercayaan. Sedangkan untuk ambivert mungkin memang bisa mempercayai seseorang, tapi ia tetap sadar jika kiranya ada sesuatu yang tidak beres. (Fyi/ian)






