Lumajang (beritajatim.com) – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mulai mengalami antrian panjang, Jumat (Jumat (6/3/2026) sore.
Masyarakat diduga khawatir terhadap isu keterbatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di setelah muncul kabar penutupan jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz akibat perang Iran vs Amerika Serikat (AS)-Israel.
Antrean kendaraan salah satunya terjadi di SPBU Bagu, Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang.
Pengendara roda dua maupun roda empat tampak memadati area pengisian BBM, baik jenis Pertalite maupun Pertamax hingga mengular ke luar SPBU.
Irfan pengendara yang ikut mengantri, mengaku harus rela menunggu lebih lama untuk bisa mendapatkan bahan bakar untuk kendaraannya.
Bahkan, menurutnya antrian di pom bensin ini sudah tidak sama dengan hari-hari normal di Lumajang.
“Biasanya memang rutin dua hari sekali isi bensin, tapi paling antrinya cuma sekitar lima menit sudah dapat. Sekarang antri malah sampai 20 menit,” ucap Irfan, Jumat (6/3/2026).
Irfan menyebut, antrean panjang diduga dipicu kecemasan warga terkait ketersediaan bahan bakar.
Apalagi, ada informasi dari Pemerintah Pusat yang menyampaikan bahwa cadangan bahan bakar minyak di tanah air diperkirakan hanya cukup untuk 20 hari.
“Ini sepertinya gara-gara perang di timur tengah yang katanya jalur perdagangan ditutup,” tambah Irfan.
Menanggapi permasalahan tersebut, Bupati Lumajang Indah Amperawati telah memastikan, ahwa stok BBM di wilayahnya masih dalam kondisi aman.
Indah mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh panik buying atau melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.
“Stok BBM sudah saya cek tadi sore, di Lumajang masih aman. Ini distribusi berjalan lancar, pemerintah pusat juga tidak menyampaikan akan terjadi kemacetan pengiriman ya,” ungkap Indah.
Imbauan Pertamina
Menanggapi antrean yang terjadi, PT Pertamina Patra Niaga selaku Badan Usaha Hilir Migas memastikan bahwa stok dan distribusi BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Madura (Jatimbalinus) dalam kondisi aman dan terkendali.
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relation dan CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, menduga antrean yang terjadi disebabkan oleh perilaku panic buying di tengah isu geopolitik global.
“Di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan dan distribusi BBM bagi masyarakat tetap aman dan terkendali,” tegas Ahad dalam siaran persnya, Jumat (6/3/2026).
Ahad menjelaskan, rata-rata ketahanan stok BBM di wilayah Jatimbalinus dipastikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya selama momentum Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya juga telah memperkuat pasokan melalui pola build up stock yang dijalankan sejak jelang Ramadhan.
“Pendistribusian BBM ke lembaga penyalur sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kami terus memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah dan aparat penegak hukum guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi,” tambahnya.
Pertamina juga mengimplementasikan metode RAE (Regular, Alternative, dan Emergency) dalam pengelolaan rantai pasok sebagai langkah mitigasi.
Selain itu, dalam rangka menyambut arus mudik, Pertamina akan memulai Kick Off Kesiapan Satgas Ramadan dan Idul Fitri pada 9 Maret mendatang untuk memastikan layanan energi bagi masyarakat tetap optimal.(has/ted)






