Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang menyiapkan subsidi harga kebutuhan pokok untuk mengantisipasi lonjakan harga saat libur natal dan tahun baru. Anggaran subsidi yang disiapkan sebesar Rp2 miliar.
Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, bahwa mereka akan membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan anggaran yang disiapkan. Skema selanjutnya, komoditi itu akan disebar ke pasar tradisional dengan tujuan harga agar kembali normal.
“Jadi nanti ketika harga mulai naik, komoditi itu disebar ke pasar tradisional, adanya subsidi membuat harga jual akan normal. Kemudian untuk beras, kami sudah komunikasi dengan Bulog untuk membeli stok agar kebutuhan terpenuhi,” ujar Wahyu, Sabtu, (23/12/2023).
Wahyu mengatakan, bahwa komoditas yang mereka beli dengan angggaran subsidi akan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi. Dengan begitu masyarakat akan membeli dengan harga terjangkau.
“Yang jelas harga beras kami upayakan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau harga normal,” imbuh Wahyu.
Sebelumnya Wahyu memantau ketersediaan dan stabilitas harga komoditas bahan pokok di sejumlah tempat pada Kamis, (21/12/2023) kemarin. Ada 4 titik yang ditinjau oleh TPID diantaranya, Pasar Besar Malang, Distributor Beras Rejekiku, Gudang Beras Bulog KC Malang, dan Pertamina Fuel Terminal Malang.
“Ketersediaan BBM saat ini sangat aman. Walaupun kecenderungan nataru banyak pergerakan wisatawan dan lalu lintas, serta masyarakat yang datang ke Kota Malang. Kita sudah antisipasi, kita siap dan Insya Allah semua tidak akan ada kelangkaan BBM. Semua stok mulai dari SPBU sampai Pertashop itu semua tersedia dan cadanganpun di sini (terminal fuel) sudah aman untuk Malang Raya,” ujar Wahyu.
Sebagai informasi, Pertamina Fuel Terminal Malang akan mengisi penuh storage BBM berkapasitas total 7.800KL di terminal tersebut untuk kebutuhan nataru. Pihaknya menyebut kebutuhan BBM jelang Nataru diprediksi akan naik sekitar 6 persen dari kondisi normal yang berada di angka 2.200KL. (Luc/ian)






