Blitar (beritajatim.com) – Mengantisipasi kerawanan Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Blitar memetakan daerah rawan bencana di Kabupaten Blitar. Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Blitar Priya Hari Santosa mengatakan, pihaknya memetakan titik kerawanan pelanggaran Pemilu berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu.
“Tak hanya flashback pada tahun 2019, namun untuk titik rawan ini dikhususkan di daerah rawan bencana,” kata Priya Hari Santoso, Rabu (4/1/2022).
Dengan adanya pemetaan daerah rawan bencana ini, diharapkan dapat menjadi pegangan serta early warning dalam pembentukan tempat pemungutan suara (TPS) khusus pada Pemilu 2024. Pemetaan Bawaslu Blitar sendiri dilakukan sejak Desember 2022 dengan melibatkan Panwaslu Kecamatan setempat.
Dalam pemetaan daerah rawan bencana di Kabupaten Blitar ini, Bawaslu Blitar melibatkan Panwaslu Kecamatan Sutojayan. Pada Selasa 27 Desember 2022, Panwaslu Kecamatan Sutojayan telah melakukan verifikasi pemetaan potensi daerah rawan bencana banjir di beberapa kelurahan di Kecamatan Sutojayan yang mungkin terjadi saat pelaksanaan Pemilu serentak pada 14 Februari 2024.
Berdasarkan kejadian banjir yang terakhir terjadi di Kecamatan Sutojayanpada 17 Oktober 2022 ditemukan ada 4 kelurahan dan 1 desa yang berpotensi terkenan banjir. Terdapat 4 Kelurahan tersebut antara lain, Kelurahan Kalipang, Sutojayan, Jingglong, dan Kedungbunder. Satu desa rawan yakni Desa Bacem.
“Verifikasi pemetaan potensi rawan banjir dilakukan di kantor kelurahan dan kantor desa setempat,” kata Priya.
Lebih lanjut Priya mengungkapkan, lokasi rawan bencana banjir di Kelurahan Kalipang antara lain di RT 001/ RW 001 Lingkungan Bulu dan RT 007/ RW 002 Lingkungan Brubuh. Untuk lokasi pemetaan daerah rawan banjir di Kelurahan Sutojayan, hasil yang didapat beberapa titik rawan bencana banjir paling parah, yakni di RT 003/ RW 004 Lingkungan Sutojayan, RT 001/ RW 005 Lingkungan Sutojayan, RT 002/ RW 005 Lingkungan Sutojayan, RT 003/ RW 005 Lingkungan Sutojayan, RT 001/RW 006 Lingkungan Gondanglegi, RT/002 RW 006 Lingkungan Gondanglegi, RT 003/RW 006 Lingkungan Gondanglegi.
Untuk detail pemetaan di Kelurahan Kedungbunder, daerah rawan banjir ada di RT 004/ RW 004 Lingkungan Kedungbunder Dan di Kelurahan Jingglong, titik paling rawan bencana banjir ada di RT 001/ RW 003 Lingkungan Jingglong, RT 002/ RW 003 Lingkungan Jingglong, RT 002/ RW 001 Lingkungan Bening dan RT 003/ RW 002 Lingkungan Bening.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
“Untuk Desa Bacem belum kami dapatkan verifikasi daerah rawam bencana karena belum bertemu langsung dengan pemerintah desa setempat,” imbuhnya.
Priya menandaskan potensi bencana banjir di beberapa kelurahan dan desa di Kecamatan Sutojayan biasa terjadi di saat musim penghujan dengan curah hujan yang tinggi.
“Dengan pemetaan ini, dapat dioptimalkan langkah pencegahan terhadap kendala yang mungkin terjadi pada Pemilu 2024. Misalnya dengan penempatan TPS yang aman dari bencana, serta meminimalisasi kemungkinan pelanggaran yang ada” pungkasnya. [owi/but]






