Magetan (beritajatim.com) – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menambah tabung gas di seluruh wilayah Jawa Timur. Penambahan itu guna mempertebal stok elpiji 3 kilogram yang belakangan dikeluhkan langka oleh masyarakat.
Untuk wilayah Madiun Raya, jumlahnya berbeda tiap kota/kabupaten. Jumlah itu telah disesuaikan dengan permintaan masing-masing daerah.
Untuk wilayah Magetan, penambahan sebanyak 10.640 tabung dari rata-rata konsumsi harian 23.251 tabung. Sementara Ngawi dengan rata-rata konsumsi harian sebanyak 25.674 tabung ditambah 11.200 tabung.
Untuk wilayah Kota Madiun, ditambah 6.720 dari konsumsi total harian 11.402 tabung. Kemudian, Kabupaten Madiun ditambah 11.200 tabung dengan rata-rata konsumsi harian 29.882 tabung.
Kabupaten Ponorogo mendapat tambahan 10.080 tabung dengan rata-rata konsumsi harian 28.605 tabung. Kemudian, Pacitan ditambah 6.160 tabung dengan rata-rata konsumsi harian 14.874 tabung. Tabung tambahan itu bakal didistribusikan pada periode tanggal 25-31 Juli 2023.
Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan tambahan pasokan ini dilakukan untuk mempertebal stok elpiji 3kg di 31.462 pangkalan resmi Pertamina untuk antisipasi panic buying yang terjadi akibat beberapa isu dan pemberitaan sepekan terakhir.
“Tambahan pasokan ini diharapkan memberikan rasa tenang masyarakat dan meredakan isu kelangkaan elpiji 3kg di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur,” ujar Ahad.
BACA JUGA:
Khofifah Sidak Pangkalan Elpiji 3 Kg, Akui Ada Kelangkaan
Ahad melanjutkan, tambahan pasokan ini bukan berarti kondisi sebelumnya tidak aman. Saat ini banyak warga yang sudah mengakses langsung ke Pangkalan Resmi Elpiji 3kg karena stoknya melimpah dan mulai meninggalkan pembelian di pengecer/toko, sehingga penebalan stok di Pangkalan perlu dilakukan.
“Seluruh Kota/Kabupaten se-Jawa Timur mendapatkan tambahan pasokan elpiji, namun jumlahnya berbeda-beda sesuai dengan peningkatan permintaan di wilayah masing-masing,” tambah Ahad.
Diimbau Beli Elpiji di Pangkalan
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 37.K/MG.01/MEM.M/2023 tanggal 27 Februari 2023 dalam rangka subsidi Elpiji tepat sasaran, pembelian Elpiji oleh individu yang termasuk kelompok konsumen penerima subsidi Elpiji dilakukan di Pangkalan Resmi Pertamina.
“Saat ini berdasarkan aturan terbaru, LPG 3kg Subsidi hanya boleh dikonsumsi oleh Rumah Tangga Prasejahtera, UMKM, Nelayan Sasaran dan Petani Sasaran,” pungkas Ahad.
Secara simulasi nantinya warga masyarakat yang berhak mendapatkan LPG 3kg Subsidi datang ke Pangkalan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam KTP yang akan diinput kedalam website subsiditepat.mypertamina.id/LPG yang terkoneksi kedalam database dari Pensasaran Percepatan Penanganan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) milik kementerian Sosial.
BACA JUGA:
Pertamina Tambah Pasokan Gas Elpiji 3 Kg di Banyuwangi
Apabila pemilik KTP tercantum maka akan langsung dilayani pembelian LPG 3kg dan tidak perlu membawa KTP untuk transaksi selanjutnya apabila hafal NIK nya. Namun apabila NIK tidak terdata, maka akan diminta data tambahan dan selama fase sosialisasi dan pendataan masih akan terus dilayani.
Namun, setiap pembelian harus membawa KTP untuk dilakukan pencatatan oleh Pangkalan dan verifikasi/pemutakhiran data oleh Kemenko PMK atau instansi terkait subordinat di bawahnya.
Untuk informasi mengenai lokasi pangkalan terdekat, warga masyarakat dapat menghubungi Call Center Pertamina 135 dan Call Center ESDM 136. [fiq/but]






