Pacitan (beritajatim.com) – Pendaftaran calon siswa Sekolah Rakyat gelombang II sudah melewati separuh dari target. Hingga Senin (25/8/2025), sebanyak 51 calon siswa telah terdaftar dari total 100 kuota yang ditargetkan. Mereka nantinya akan menempati gedung bekas Balai Latihan Kerja (BLK) di Kelurahan Sidoharjo, Pacitan.
Plt Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Pacitan, Luky Puspitosari, membenarkan capaian tersebut. Ia menjelaskan, proses penjaringan dilakukan dengan melibatkan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bersama bhabinkamtibmas untuk mendata anak putus sekolah.
“Pendamping PKH, Camat dan juga dibantu bhabinkamtibmas mencari anak yang putus sekolah, sekaligus meyakinkan mereka untuk mau sekolah lagi,” kata Luky Senin (25/8/2025).
Namun, Luky mengakui masih ada tantangan dilapangan. Banyak anak dari keluarga miskin kelompok desil 1 dan 2 maupun anak usia sekolah sudah tercatat di jenjang pendidikan umum. “Jadi, yang masuk Sekolah Rakyat harus benar-benar dari keluarga miskin kelompok desil 1 dan 2,” tegasnya.
Sekolah Rakyat gelombang II sendiri akan segera dijalankan. Rencana total 100 siswa nantinya akan dibagi ke dalam empat rombongan belajar (rombel). Sementara itu, pembangunan fasilitas penunjang Sekolah Rakyat masih menghadapi kendala. Progres pembangunan dua gedung asrama baru mencapai 70 persen.
Pelaksana proyek, Ino Sukawardana, menyebut keterlambatan disebabkan adanya tambahan pembangunan musala serta cuaca ekstrem yang menghambat pekerjaan. “Selain itu, beberapa material penting seperti besi, siku, dan rangka atap harus didatangkan dari Surabaya karena tidak tersedia sesuai spesifikasi di Pacitan,” ujarnya. (tri/kun)






