Surabaya (beritajatim.com) – Perum Damri berencana akan menambah 10 armada lagi. Penambahan dilakukan setelah melihat besarnya potensi rute Bus Trans Jatim rute Sidoarjo-Surabaya-Gresik. dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT).
Rute dengan konsep Bus Rapid Transit (BRT) ini ternyata di luar dugaan dan sambutan positif masyarakat.
Ini dibuktikannya dengan load factor yang rata-rata di atas 100 persen per hari sejak beroperasi. Bahkan mencapai 150% di hari libur. Rata-rata terangkut 3 ribu -4 ribu penumpang per hari.
Menurut GM Damri Surabaya dan Malang, Yulianto, kondisi ini membuat pihaknya berencana menambah 10 armada untuk memperkuat 22 armada yang ada sekarang. Sejak beroperasi rute ini dilayani 22 bus bertipe medium
“Banyak yang tidak terangkut karena bus penuh hingga penumpang berdiri. Oleh karena itu, kami berencana menambah 10 bus tambahan,” kata Yulianto di Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/11/2022).
Menurut Yulianto, rute Sidoarjo -Surabaya-Gresik merupakan wilayah perkotaan. Keberangkatan dimulai dari Porong, Sidoarjo, lalu melewati Kota Surabaya hingga menuju Gresik, dan juga berlaku untuk rute sebaliknya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bus”]
Kendati melayani rute perkotaan, Trans Jatim yang dioperasikan Damri memiliki tarif terjangkau, yakni bagi pelanggan umum dikenakan Rp5.000,. Sedangkan bagi pelajar dikenakan sebesar Rp2.500. “Rencananya akan ada tarif khusus untuk buruh, mengingat di lintasan rute ini banyak industri,” kata Yulianto yang juga mantan GM Damri Lampung itu.
Bus Trans Jatim mulai beroperasi pukul 04.30-21.00 WIB tiap hari, dengan keberangkatan bus setiap 15 menit sekali. “Dengan tambahan 10 armada bus, jadwal keberangkatan akan lebih cepat lima menit dan harapannya semua penumpang dapat terangkut,” tandas Yulianto. [rea]






