Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, berhasil membudidayakan padi varian Nutri Zinc di 34 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Desa-desa itu memiliki angka stunting yang cukup tinggi.
13 kecamatan tersebut adalah Tempurejo, Silo, Mumbulsari, Rambipuji, Ajung, Sumberbaru, Jenggawah, Kalisat, Ledokombo, Sumberjambe, Sukowono, Mayang, dan Kaliwates.
“Areal budidayanya seluas 320 hektare yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2022,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Imam Sudarmaji, ditulis Selasa (8/11/2022).
Inpari IR Nutri Zinc adalah varietas padi sawah pertama di Indonesia yang memiliki kandungan unsur Zn (Zinc) lebih tinggi (kurang kebih 25 persen) daripada varietas yang lain. Varietas ini resmi dilepas ke publik dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian No. 168/HK.540/C/01/2019.
Padi Nutri Zinc ini, menurut Imam, cocok untuk menambah asupan gizi untuk mencegah stunting di Jember. Zinc bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh, meredakan peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka.
[berita-terkait number=”5″ tag=”Jember”]
Stunting (kurang gizi) memang menjadi salah perhatian di Jember. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga anak memiliki perawakan lebih pendek dari anak normal seusianya.
Umumnya hal ini disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Terakhir pada 2020, ada 21.271 kasus stunting di Jember.
Direktur Serealia Kementerian Pertanian Moh. Ismail Wahab sempat berkunjung ke Kabupaten Jember, Agustus 2022 dan menemui kelompok tani di Mumbulsari. “Beliau mengapresiasi tanaman padi Nutri Zinc tumbuh subur di Jember, dan (menilai) Jember cocok untuk dikembangkan menjadi sentra padi Nutri Zinc,” kata Imam. [wir/beq]






