Lamongan (beritajatim.com) – Angka konsumsi ikan di Kabupaten Lamongan naik sebanyak 2,34 atau 4 persen, yakni dari yang sebelumnya sebesar 56,83 pada tahun 2021 kini menjadi 59,21.
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi mengatakan bahwa angka tersebut telah melampaui target angka konsumsi ikan Jawa Timur yakni 42.00.
Berkat besarnya angka tersebut, menjadikan Pemkab Lamongan dianugerahi penghargaan oleh Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, pada kegiatan peringatan Hari Ikan Nasional ke-10 Tahun 2023 Provinsi Jawa Timur, yang digelar di Gedung Dyandra Convention Center Surabaya, beberapa hari lalu.
Menurut Anis Kartika, peningkatan angka konsumsi ikan tersebut dipengaruhi oleh adanya program “Gemar Makan Ikan” atau Gemarikan yang terus digalakkan di Kabupaten Lamongan.
“Alhamdulillah penghargaan yang kami terima merupakan apresiasi dari kerja keras kami. Sebagai daerah penghasil sari laut, kami akan memanfaatkan potensi tersebut. Salah satunya dengan menggencarkan pelaksanaan Gemarikan,” tutur Anis, Rabu (13/12/2023).
Kini pada tahun 2023 ini, Anis menjelaskan, Pemkab Lamongan bersama Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan telah menggencarkan Gemarikan ke beberapa sektor.
Mulai dari sektor penuntasan stunting di 4 titik wilayah dengan angka stunting tinggi yakni Kecamatan Sukodadi, Deket, Turi, dan Glagah, lalu kepada masyarakat kurang sejahtera di 4 titik wilayah meliputi Kecamatan Sambeng, Babat, Sugio, dan Kecamatan Modo, hingga kepada masyarakat umum.
Lebih lanjut, terang Anis, Gemarikan tidak hanya melakukan sosialisasi akan pentingnya mengkonsumsi ikan, melainkan juga mengedukasi cara mengolah ikan yang baik, sehat dan menarik melalui pelaksanaan demo masak bagi ibu-ibu, yang bekerjasama dengan UMKM.
“Konsumsi ikan sungguh memiliki keunggulan dari segi gizi yang tinggi, harga yang terjangkau, serta ketersediaan bahan yang berlimpah. Tugas kami ialah mengolah ikan menjadi makanan yang menarik untuk dikonsumsi,” papar Anis.
“Makanya kita adakan demo masak olahan ikan dan bekerjasama dengan UMKM untuk menciptakan makanan ringan yang sehat. Sosialisasi juga kita berikan untuk siswa-siswi agar mereka sadar akan pentingnya konsumsi ikan,” tambahnya. [riq/ian]






