Surabaya (beritajatim.com) – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Hermanto menyebut ada peningkatan angka kecelakaan yang terjadi dalam pengamanan masa mudik Hari Raya Idul Fitri 1444 H atau 2023 M. Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2023 ini, angka kecelakaan meningkat 51 kasus dibanding tahun lalu.
Kapolda menyebut, selama pelaksanaan operasi ketupat ada 410 kecelakaan tahun lalu. Adapun tahun ini sudah mencapai 451 kasus kecelakaan. Artinya ada peningkatan 51 kasus.
Namun dari jumlah tersebut, angka fatalitas yang diakibatkan kecelakaan yang terjadi justru menurun. “Tahun lalu di H+5 ada 35, sampai saat ini baru 21. Jadi ada penurunan sekitar 30 persen,” imbuhnya.
“Untuk itu sata mengimbau kepada masyarakat yang melakukan perjalanan dimasa mudik ini agar selalu berhati-hati dalam berkendara. Termasuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada.
Tak hanya itu, apabila merasa kondisi tubuh tidak fit, segera melakukan istirahat sejenak untuk menghilangkan lelah. Sebab, kebanyakan kasus terjadi faktor human error,” ujarnya.
Kapolda menambahkan, guna memberi rasa aman dan nyaman telah melakukan berbagai upaya. Dengan membentuk tim urai kemacetan, hingga skema pengaturan lalu lintas terutama di lokasi-lokasi wisata. Salah satu yang jadi prioritas wilayah Malang Raya.
https://beritajatim.com/peristiwa/pemudik-asal-surabaya-meninggal-ditabrak-avanza-di-tuban/
“Lokasi wisata dapat dikunjungi wisatawan dengan aman melihat beberapa waktu ini tidak ada kemacetan di arus lalin. Karena baru tahun ini kita coba sistem buka tutup, sekian tahun tidak pernah dilakukan dan kami putuskan dilakukan upaya buka tutup mengurai masalah kemacetan,” pungkas mantan Kapolda Sumatera Selatan itu.
Tak lupa, Toni mengimbau kepada masyarakat yang membawa anak berwisata agar selalu mengawasi anak-anak agar aman dari kecelakaan saat berwisata. [uci/but]






