Surabaya (beritajatim.com) – Kabar terbaru mengenai perkembangan kasus penyakit TBC diprediksi terus mengalami peningkatan.
Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang diambil dari GoodStat, jumlah kasus TBC di Indonesia menampakkan tren fluktuatif, namun melonjak di tahun 2022.
Jumlah Kasus TBC dalam Kurun Waktu Lima Tahun:
– Tahun 2018 mencapai 570.289 ribu kasus TBC
– Tahun 2019 menurun sebanyak 1.302 menjadi 568.987 ribu kasus
– Tahun 202 juga tercatat menurun sebanyak 31% menjadi 393.323 ribu kasus
– Tahun 2021 selama pandemi Covid-19, jumlah kasus TBC meningkatkan lagi sebanyak 49 ribu menjadi 443.235 ribu kasus
– Tahun 2022 kasus TBC melonjak naik sebanyak 717 ribu kasus. Jumlah ini mengalami peningkatan hampir 162% dibandingkan tahun 2021.
Baca Juga: Santrine Abah Ganjar Sedekah Hewan Kurban
Semakin mengkhawatirkan, di tahun ini, kasus TBC juga diperkirakan mengalami kenaikan. Melansir Kemenkes, pada awal tahun 2023 penemuan kasus TBC ditargetkan mencapai 60 ribu perbulan.
Sebagai catatan pembanding, di tahun 2022 lalu, Indonesia juga masuk di posisi kedua sebagai negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia, di bawah India.
Cara Pencegahan TBC
Berkaca dari kasus TBC yang cukup tinggi, kita perlu melakukan pencegahan. Lalu bagaimana caranya kita bisa mencegah terkena penyakit atau tertular TBC?
Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang menyerang paru-paru akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Baca Juga: Laskar Sholawat Nusantara Apresiasi Polri Salurkan Kurban ke Ponpes
Penyebaran atau penularan TBC paling banyak melalui udara, saat pasien TBC batuk, bersin ataupun meludah sehingga kegiatan itu memperbesar kemungkinan kuman TBC mengudara.
WHO dalam himbaunya, menerangkan bahwa orang dengan TBC aktif mampu menyebarkan infeksi pada 5-15 orang lain melalui kontak erat. Kemudian orang yang terinfeksi TBC memiliki resiko sekitar 5-10% untuk mengidap TBC selama hidupnya.
Terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pada sistem kekebalan seperti orang HIV, malnutrisi, diabetes, hingga perokok memiliki resiko yang lebih besar untuk mengidap TBC.
Melansir Alodokter, upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah dan menghindari penularan TBC antara lain:
Baca Juga: UBS Gold Bakal Sapa Pecinta Emas di Surabaya
1. Vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin)
Vaksin BCG berdasarkan peraturan pemerintah, termasuk dalam daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi usia 2 bulan. Bagi yang belum pernah menerima vaksin ini, dianjurkan untuk menjalani vaksinasi bila ada salah satu anggota keluarga yang menderita TBC.
2. Menggunakan Masker
Bakteri TBC yang mengudara bisa di mana saja. Jadi pencegahan dengan mengenakan masker saat berada di tempat ramai, atau ketika berinteraksi dengan penderita TBC sangat efektif.
3. Selalu Jaga Kebersihan Lingkungan dan Rajin Mencuci Tangan dengan Sabun
Menjaga kebersihan, terutama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah tindakan efektif pencegahan dari penyakit TBC.
4. Lakukan Tindakan Dasar Berikut Ini Apabila Kamu atau Keluarga Terkena TBC
– Tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa
– Jika menggunakan tisu untuk menutup mulut, buang tisu segera setelah digunakan
– Jangan membuang dahak atau meludah sembarangan
– Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, misalnya dengan sering membuka pintu dan jendela
– Jangan tidur sekamar dengan orang lain sampai dokter menyatakan TBC yang diderita telah sampai pada tahap tidak menular.
(kai/ian)






