Tuban (beritajatim.com) – Zulfatin Aniqoh (24), seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Temayang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengalami keguguran setelah bertugas di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 pada 14 Februari lalu.
Peristiwa ini baru terungkap setelah Aniqoh menjalani masa pemulihan di kediamannya di Desa Tunah, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Aniqoh, yang baru menikah 5 bulan, merasakan sakit perut saat bertugas di TPS 06 pada hari H pencoblosan.
“Saya hamil usia 1,5 bulan atau sekitar 6 minggu. Pas pelaksanaan hari H pencoblosan (14 Februari) jam 10 itu saya merasakan sakit,” ungkap Aniqoh, Sabtu (24/02/2024).
Meskipun merasakan sakit, Aniqoh tetap melanjutkan tugasnya mencatat surat suara hingga pukul 12.00 WIB. Rasa sakitnya kembali muncul di bagian pinggang dan perut.
“Saya bilang ke ibu saya yang kebetulan ada di situ. Saya mau pulang, tapi disuruh istirahat saja di TPS,” terang Aniqoh.
Pada pukul 15.00 WIB, dokter dari Puskesmas Kerek datang untuk memeriksa Aniqoh dan memberikan obat. Aniqoh pun beristirahat di dalam TPS.
“Setelah dikasih obat, sakitnya tidak terasa lagi. Tapi malamnya saat pendataan, ada sedikit pendarahan. Saya tetap berangkat,” imbuhnya.
Aniqoh tetap bekerja meskipun merasakan kontraksi berkali-kali di TPS. Ia baru menyelesaikan tugasnya pada Kamis (15/2/2024) dini hari, pukul 05.00 WIB.
“Saat sudah selesai, saya disuruh tanda tangan sambil tiduran karena tidak kuat untuk duduk. Selesainya jam 5 subuh, dan saya langsung pulang,” kata Aniqoh.
Sesampainya di rumah, dokter Puskesmas menyarankan Aniqoh untuk melakukan USG di Rumah Sakit (RS) pada pukul 15.00 WIB. Hasil USG menunjukkan bahwa bayinya masih dalam keadaan sehat dan Aniqoh diberi obat.
Namun, pada Kamis malam, Aniqoh kembali merasakan kontraksi yang tak tertahankan dan kembali ke RS. Ia pun mengalami keguguran.
“Paling ya karena kecapaian itu mbak, jadi langsung nggak ada itu bayinya,” terang Aniqoh.
Dokter di RS kemudian mengatakan bahwa bayi yang dikandung Aniqoh sebelumnya memang lemah. Kondisi Aniqoh yang kelelahan saat bertugas sebagai KPPS diduga menjadi pemicu keguguran.
“Saya nggak tahu kalau kandungan saya lemah. Pas sudah di RS itu baru dikasih tahu ternyata kandungan saya sedari awal sudah lemah,” pungkasnya. [ayu/beq]






