Jember (beritajatim.com) – Mohammad Hafidi, anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari Partai Kebangkitan Bangsa, menyediakan empat unit bus untuk mudik lebaran gratis bagi siswa dan santri yang menjadi peserta didik Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum (IBU).
“Bagi anak-anak yang tinggal di luar kota, memang setiap tahun kami siapkan angkutan mudik. Satu unit bus bisa mengangkut 60 orang penumpang,” kata Hafidi, Rabu (4/3/2026).
Mereka akan mulai mudik pada 25-26 Ramadan. Bus ke arah timur akan mengantarkan siswa dan santri hingga Banyuwangi dan Denpasar. Bus ke arah barat mengantarkan mereka ke arah Probolinggo, Surabaya, dan Madura.
Bus ke arah utara untuk mengantarkan siswa dan santri ke Bondowoso dan Situbondo. “Sementara bus keempat dikhususkan mengantarkan siswa dan santri ke sejumlah kecamatan di Jember,” kata Hafidi.
Sementara untuk santri dan siswa yang tinggal di luar trayek empat unit bus tersebut, Hafidi membelikan mereka tiket bus. Ini termasuk santri yang berasal dari luar Jawa. “Kalau ke arah Sumatra, transitnya di Solo,” kata Hafidi.
Layanan angkutan gratis ini tidak hanya untuk mudik. “Untuk balik ke Jember, fasilitas itu tetap kami berikan. Sudah ada tempat-tempat titik penjemputan atau titik kumpul di beberapa kota yang dilewati yang sudah diketahui santri dan wali santri,” kata Hafidi.
Tradisi mudik gratis ini sudah berjalan sejak 2008. “Cuma dulu busnya masih volume kecil,” kata Hafidi.
Yayasan Pendidikan IBU yang diasuh Hafidi ini memiliki ribuan siswa dan santri yang menjadi peserta didik madrasah ibtidaiyah, sekolah menengah pertama, sekolah menengah kejuruan, dan pondok pesantren. Yayasan ini memiliki tradisi filantropi yang sangat kuat.
“Yayasan IBU ini berdiri karena doa dan harapan fakir miskin, sehingga semua harus bergelut dan paham tentang bagaimana hidup bersama dalam kesosialan,” kata Hafidi.
Hafidi tidak memaksakan nominal tertentu untuk biaya pendidikan para siswa dan santri. “Yang punya, monggo (membayar biaya pendidikan), yang tidak punya tidak usah. Prinsipnya, sesuai kemampuan masing-masing wali siswa dan wali santri,” katanya. [wir]






