Pasuruan (beritajatim.com) – Apresiasi berupa bonus uang tunai resmi diserahkan kepada para pejuang olahraga Kota Pasuruan yang telah berlaga di ajang PORPROV Jatim IX tahun lalu. Acara seremonial yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja pada Rabu (25/2) ini menjadi bentuk penghormatan bagi 217 atlet dan 42 pelatih berprestasi.
Meskipun seremoni berlangsung khidmat, terdapat suasana haru ketika pucuk pimpinan daerah secara langsung menyinggung persoalan nilai apresiasi yang diberikan. Pemerintah Kota mengakui bahwa nominal yang diterima para peraih medali mungkin tidak sebanding dengan peluh dan kerja keras yang telah dikerahkan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh atlet dan pelatih apabila reward yang kami berikan belum sesuai harapan,” ujar Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo.
Keterbatasan ruang fiskal pada tahun anggaran 2026 menjadi penyebab utama minimnya alokasi dana bagi sektor olahraga di Kota Pasuruan. Pengurangan signifikan pada dana Transfer ke Daerah (TKD) dan dana bagi hasil dari pemerintah pusat memaksa banyak program pembangunan harus ditunda.
Kondisi ekonomi ini berdampak langsung pada pemeliharaan fasilitas olahraga serta rencana pengembangan sport tourism yang sebelumnya dicanangkan. Pemerintah daerah harus memutar otak untuk tetap menjaga semangat para atlet di tengah keterbatasan sarana dan prasarana penunjang yang ada.
“Beberapa agenda terpaksa kami tunda karena keterbatasan ruang fiskal yang ada saat ini,” jelas pria yang akrab disapa Mas Adi tersebut.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, total anggaran yang dikucurkan untuk bonus kali ini mencapai Rp301.250.000. Untuk kategori perorangan, peraih medali emas mendapatkan Rp10 juta, perak Rp7,5 juta, dan perunggu sebesar Rp5 juta.
Langkah ke depan, kolaborasi antara KONI dan masyarakat diharapkan menjadi kunci agar prestasi atlet Kota Pasuruan tetap konsisten meski sokongan dana belum maksimal. Penyesuaian program prioritas akan terus dilakukan agar bibit-bibit muda potensial tetap mendapatkan ruang untuk berkembang di tingkat provinsi maupun nasional.
“Pemerintah, KONI, pelatih, dan atlet harus terus bersinergi agar prestasi olahraga kita tetap meningkat,” pungkasnya. (ada/ian)






