Surabaya (beritajatim.com)- Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa anak-anak di lingkungan perkotaan termasuk Surabaya yang berusia 6-12 tahun lebih berisiko mengalami masalah pernapasan seperti batuk di malam hari dan kesulitan bernapas.
Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara prevalensi asma yang didiagnosis dan tingkat keparahan gejala yang dialami anak-anak di daerah perkotaan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa banyak kasus asma mungkin tidak terdiagnosis atau didiagnosis secara keliru.
Beberapa faktor spesifik perkotaan yang dapat meningkatkan risiko asma pada anak-anak antara lain:
Polusi Udara seperti tingkat polusi udara yang lebih tinggi di daerah perkotaan akibat lalu lintas, emisi industri, dan sumber partikulat lainnya. Selanjutnya ada paparan alergen berupa kepadatan penduduk yang tinggi di wilayah metropolitan meningkatkan paparan terhadap virus, alergi, dan iritasi pernapasan lainnya.
Adapun kelompok rentan di antaranta nak-anak berusia 0-6 dan 0-18 tahun.Usia kelompok usia ini lebih rentan terhadap efek berbahaya dari polusi udara dan paparan alergen. Selanjutnya nak-anak di bawah 2 tahun yakni perbedaan risiko antara lingkungan perkotaan dan pedesaan tidak terlalu terlihat pada kelompok usia ini.
Melansir Times of India masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti peningkatan risiko asma di perkotaan.
Dengan memahami faktor-faktor ini, intervensi kesehatan masyarakat dapat dirancang untuk menurunkan risiko asma pada populasi perkotaan, mengatasi tantangan kesehatan pernapasan pada anak-anak yang tinggal di kota dan meningkatkan hasil kesehatan pernapasan bagi anak-anak di masa depan.
Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian dan tindakan segera untuk melindungi anak-anak di lingkungan perkotaan dari risiko kesehatan pernapasan yang serius. Upaya untuk meningkatkan kualitas udara, mengurangi paparan alergen, dan memastikan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas dapat membantu mengurangi prevalensi asma dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di kota. [aje]






