Gresik (beritajatim.com) – Krisis pangan global semakin nyata, dengan beberapa negara seperti Jepang, Malaysia, dan Filipina sudah merasakan dampaknya. Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa Indonesia harus mengambil langkah strategis guna menjaga ketahanan pangan nasional.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produksi padi di Jawa Timur, yang selama ini dikenal sebagai lumbung pangan nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia harus memperkuat produksi pangan dalam negeri agar tidak terdampak krisis global. Salah satu target utama Kementan adalah meningkatkan produksi padi di Jawa Timur hingga 12,78 juta ton.
“Saya optimis beban yang ditargetkan di Jawa Timur sebesar 12,78 juta ton bisa terpenuhi mengingat daerah ini adalah pusat lumbung padi nasional,” ujar Mentan Amran dalam acara yang dihadiri ribuan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di GOR Tridharma Gresik, Jumat (14/3/2025).
Krisis Pangan Global Mengancam, Indonesia Harus Waspada
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyoroti dampak krisis pangan global yang mulai dirasakan oleh negara-negara tetangga. Beberapa negara Asia telah menghadapi keterbatasan stok pangan akibat perubahan iklim, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok dunia.
“Tiga negara ini saat ini terganggu adanya krisis pangan. Jadi jangan sampai Indonesia kekurangan pangan karena kita memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Untuk itu, peran PPL sangat berarti bagi petani,” ujar Sudaryono.
Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain agar tidak mengalami hal serupa. Salah satu langkah konkret yang diambil pemerintah adalah memastikan ketersediaan pupuk, perbaikan irigasi, serta pemberian benih berkualitas kepada petani.
Strategi Indonesia Menjaga Ketahanan Pangan
Untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan global, pemerintah menerapkan beberapa strategi utama, yaitu:
- Meningkatkan Produktivitas Padi: Target produksi padi di Jawa Timur dinaikkan hingga 12,78 juta ton guna memperkuat cadangan pangan nasional.
- Optimalisasi Penyuluh Pertanian: Ribuan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dikerahkan untuk memberikan edukasi kepada petani dalam meningkatkan hasil panen.
- Penggunaan Teknologi Pertanian: Alsintan seperti combine harvester digunakan untuk meningkatkan efisiensi panen.
- Stabilisasi Harga Gabah: Pemerintah memastikan petani mendapatkan harga yang lebih baik dengan harga gabah Rp6.500 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp6.000 per kilogram.
- Kolaborasi dengan Bulog: Pemerintah terus berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan penyerapan hasil panen petani guna menjaga ketersediaan stok pangan.
Panen Raya di Gresik sebagai Bukti Keberhasilan Strategi Pangan
Sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi, Mentan Andi Amran Sulaiman, Wamen Sudaryono, Bupati Fandi Akhmad Yani, serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin turut serta dalam panen raya di Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng, Gresik.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan secara simbolis memanen padi menggunakan combine harvester dan menyaksikan transaksi penjualan gabah dari petani kepada Bulog dengan harga yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Produktivitas panen di Gresik dinilai sangat baik, dengan hasil mencapai 8-9 ton gabah kering panen per hektar. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan pemerintah mulai membuahkan hasil dan dapat menjadi solusi bagi ancaman krisis pangan global.
Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Indonesia optimistis dapat menjaga ketahanan pangan dan menghindari dampak buruk yang sudah dirasakan oleh beberapa negara lain. [dny/ian]






