Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa tahun yang lalu, minuman boba tengah trending di kalangan pecinta kuliner. Kalangan pecinta kuliner menyebutkan bahwa minuman ini terinspirasi dari Taiwan. Minuman ini mengandung teh, bisa dikatakan sehat kalau ada teh?
Bahan-bahan yang terkandung dalam bubble tea mengandung banyak pemanis, susu, gula, tapioka dan rasa buatan.oleh karena itu, minuman ini kehilangan gizinya. Bulatan yang menjadi bubble ini terbuat dari tapioka dengan adanya gula tambahan.
Boba ini biasanya mengandung hamper 160 kalori dari per cangkir. Kalau dihitung dari kalori total menjadi minuman bubble tea, kalori yang terkandung sebanyak 400 kalori.
Selain kalori yang tinggi, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh University Hospital Aachen menemukan bahwa adanya kerugian yang di endap dalam tubuh karena terlalu banyak mengkonsumsi boba. Berikut adalah fakta – fakta bubble tea yang harus kamu tau!
1. Bisakah bubble tea membuat kenaikan berat badan?
Jawabannya adalah ya. Kandungan yang ada dalam bubble mengandung beberapa sendok gula. Jika meminum bubble tea berlebihan, maka kamu akan melebihi rekomendasi konsumsi gula per harinya. Biasanya, satu sajian bubble tea mengandung hampir 370 kalori.
2. Penyebab diabetes?
Dengan mengkonsumsi boba setiap hari itu bukan hanya menyebabkan dan membahayakan penderita diabetes. Namun juga dapat menurunkan imun tubuh.
3. Less sugar lebih sehat?
Terdapat beberapa orang yang minum bubble tea dengan catatan mengurangi gula atau less sugar.apakah ini bisa lebih sehat? Less sugar akan mengurangi bahaya dari penyakit namun tidak menghilangkan. Kamu harus mengingat berapa asupan gula yang direkomendasikan untuk kesehatan.
4. Bubble tea memiliki gizi?
Para peneliti menyebutkan bahwa minuman bubble tea ini tidak memiliki nilai gizi karena tinggi gula. Karena mengkonsumsi susu dari bubble tea itu mengandung gula, berbeda dengan susu murni.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
5. Anak kecil dan orang tua diperbolehkan untuk mengkonsumsi?
Ternyata, minuman bubble tidak cocok untuk keduanya. Hal ini dapat menyebabkan anak jadi hiperaktif dan menyebabkan gangguan pencernaan pada lansia. Boba dalam bubble tea yang mengandung tapioka sulit dicerna oleh lansia.
Mengkonsumsi minuman bubble tea boleh saja, namun harus mengerti kapan harus rehat dari minuman manis ini, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak selalu baik. Jaga kesehatan! [rad/bjo]






