Ponorogo (beritajatim.com) – Vaksinasi anak umur 6-11 tahun mulai digencarkan di Ponorogo. Itu setelah capaian vaksinasi lansia di bumi reyog sudah tembus 60 persen, dengan capaian masyarakat umum lebih dari 70 persen. Anak-anak dari prajurit Kodim 0802 Ponorogo menjadi salah satu pelopor vaksinasi anak. Sedikitnya ada 300 anak anggota menjalani vaksin Covid-19 di Makodim 0802 Ponorogo.
“Kita ini sedang akan lari kencang soal vaksinasi anak umur 6-11 tahun. Sebab, sebagian besar kota/kabupaten di Jatim sudah lebih dulu melakukannya. Sedangkan untuk Ponorogo baru kemarin,” kata Dandim 0802 Ponorogo Letkol INF Muhamad Radhi Rusin, Kamis (6/1/2022).
Radhi mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi lanjut usia (lansia) sebanyak 60 persen sebenarnya sudah tercapai dari tiga hari yang lalu. Namun, karena ada kendala delay dari pengimputan data yang sudah tervaksin, sehingga vaksinasi anak baru dilakukan kemarin (5/1). Kebetulan, pihak Polres Ponorogo juga sudah melakukan vaksinasi anak di SD Bright Kiddie.
“Nah hari ini, kami fokus vaksinasi kepada anak-anak tentara dulu. Ini juga sebagai contoh untuk masyarakat. Bahkan anak saya yang masih berumur 6 tahun juga menjalani vaksinasi. Wajar lah, namanya anak-anak mau divaksin pakai jarum suntik nangis dulu,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Ke depan, Kodim 0802 Ponorogo menyelenggarakan vaksin anak dengan berkoordinasi dengan kepala sekolah-kepala sekolah SD di Ponorogo. Sebab, vaksinasi anak ini lebih efektif dilakukan di sekolah. Jenis vaksin yang diperbolehkan untuk anak ini adalah vaksin Sinovac.
“Kita akan kerja keras, untuk mencapai target yang dicanangkan oleh Pemerintah,” ungkapnya.
Di Ponorogo target vaksinasi anaknya mencapai 71.000 ribu anak. Pelaksanaan di sekolah nantinya dinilai lebih efektif, karena sasarannya bisa langsung berkumpul di satu tempat.
“Salah satu syarat untuk vaksinasi anak umur 6-11 tahun adalah izin dari orangtua. Saya kira orangtua di Ponorogo menginginkan kebaikan untuk anaknya, salah satunya ya mengizinkan untuk melakukan vaksinasi,” pungkasnya. [end/but]






