Mojokerto (Beritajatim.com) – Batik Indonesia telah dikenal secara mendunia. Bahkan, UNESCO pun mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Untuk melestarikan warisan budaya tersebut, salah satu pengrajin batik di Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong memberikan pelatihan proses pembuatan batik.
Sejumlah anak-anak baik perempuan maupun laki-laki di Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto mengikuti pelatihan di pengrajin batik, Nirwana Batik di moment peringatan Hari Batik Nasional. Mereka diajari mulai dari nyungging yakni tahap pembuatan pola di atas kertas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”batik”]
Njaplak yakni proses pemindahan pola dari kertas ke kain. Kemudian nglowong yakni tahap melekatkan lilin dengan menyesuaikannya pada pola yang telah dibuat. Ngiseni atau proses memberikan ornamen-ornamen seperti gambar bunga, tumbuhan atau hewan. Nyolet merupakan proses mewarnai dengan canting.
Mopok yakni menutup bagian yang telah diwarnai dengan malam atau lilin, dilanjutkan nembok atau tahap untuk menutup bagian latar belakang pola yang tidak diwarnai. Lanjut ngelir yakni proses pewarnaan kain dengan merendamnya pada pewarna alami atau kimia secara menyeluruh. Nglorod yakni perendaman kain ke dalam air mendidih untuk meluruhkan malam.
Proses selanjutnya yakni ngrentesi yang merupakan proses memberikan titik pada klowongan menggunakan canting dengan jarum tipis. Nyumri atau penutupan bagian tertentu dengan malam dan terakhir nglorod yang merupakan tahap meluruhkan dan melarutkan malam pada kain. Dilakukan dengan memasukkan kain pada air mendidih.
Salah satu anak yang mengikuti pelatihan, Adenia Dwi Arifka Suci Tantia Dewi (13) mengaku, cukup kesulitan dalam proses pembuatan batik tulis. “Mulai dari njaplak sampai canting. Karena harus sesuai dengan pola yang ada di gambar jadi gemetaran,” ungkapnya.
Pelajar kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini mengaku baru kali pertama mengikuti pelatihan pembuatan batik tulis. Ini dilakukan lantaran, ia ingin melestarikan warisan budaya dunia yakni batik dan sekaligus memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober.
Sementara itu, pengrajin Nirwana Batik, Nirwana Candra (46) mengatakan, pelatihan tersebut diberikan kepada generasi muda dengan tujuan melestarikan budaya nasional. “Kita menularkan kepada anak-anak, dari kecil untuk belajar membatik,” katanya.
Dari sejumlah anak yang mengikuti pelatihan, lanjut Nirwana, ada yang langsung bisa. Namun juga ada yang belum bisa karena pelatihan proses pembuatan Batik tulis baru pertama mereka peroleh. Untuk motif batik sangat beragam dan setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing.
“Untuk Desa Bejijong sendiri, motif batik ada motif Surya Majapahit, mojo, parang teratai, candi. Banyak motif dan setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Ada juga ecoprint dengan teknik pewarna alam. Kita berharap batik Desa Bejijong dikenal lebih luas lagi,” jelasnya.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia meresmikan ‘Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong’ sebagai 50 destinasi desa wisata terbaik se-Indonesia. Peresmian dilakukan langsung Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, didampingi Ikfina Fahmawati Bupati Mojokerto serta Bhante Wiriyananda dari Maha Vihara Majapahit, Kamis (16/9/2021) lalu. [tin]








