Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah kalian para ibu mengalami momen saat si kecil kompak menutup mulut rapat-rapat saat disuapi? Tenang, kalian tidak sendiri! Momen ini seringkali disebut Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan merupakan fase umum yang dialami banyak anak, terutama saat mereka mulai mengenal makanan padat.
Meskipun bikin gemas dan cemas, GTM sebenarnya adalah bagian alami dari perkembangan anak. Faktor seperti rasa lapar yang belum datang, rasa bosan dengan menu, hingga kelelahan setelah bermain dapat memicunya.
Namun, jangan khawatir! Dengan memahami penyebab dan menerapkan beberapa tips jitu, kalian dapat membantu si kecil kembali makan dengan lahap dan ceria.
1. Jadwal Makan yang Teratur
Menciptakan jadwal makan yang konsisten adalah kunci dalam mengatasi GTM. Dengan tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat, anak akan memiliki pola makan yang teratur. Jadwal yang konsisten membantu anak memahami kapan waktunya makan dan mengurangi kebiasaan ngemil yang berlebihan, sehingga meningkatkan nafsu makan saat waktu makan tiba.
2. Suasana Makan yang Menyenangkan
Buatlah suasana makan yang positif dan bebas dari stres. Hindari memaksa atau memarahi anak saat mereka menolak makan, karena hal ini bisa membuat mereka semakin enggan makan.
Nyalakan musik ceria atau ajak anak mengobrol ringan selama makan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan. Waktu makan sebaiknya menjadi momen kebersamaan yang menyenangkan bagi keluarga, sehingga anak merasa nyaman dan senang saat makan.
3. Kreasi Menu yang Menarik
Anak-anak mudah bosan dengan menu yang itu-itu saja. Oleh karena itu, variasikan menu makanan dengan bahan-bahan sehat dan tampilan yang menarik. Hiasi piring makan dengan bentuk-bentuk lucu dari sayuran atau buah-buahan. A
jak anak terlibat dalam menyiapkan makanan, seperti mencuci sayur atau menata buah di piring. Dengan cara ini, anak akan merasa lebih tertarik dan bersemangat untuk mencoba makanan yang disajikan.
4. Porsi Kecil dan Sering
Berikan anak porsi makan kecil namun lebih sering. Anak-anak memiliki perut yang lebih kecil dibandingkan orang dewasa, sehingga mereka mungkin merasa tertekan jika harus menghabiskan porsi makan yang besar.
Dengan porsi yang lebih kecil, anak tidak akan merasa tertekan untuk menghabiskan semua makanan sekaligus dan lebih mudah menerima makanan yang disajikan.
5. Libatkan Anak dalam Memilih Makanan
Ajak anak untuk berbelanja dan memilih makanan sehat yang mereka sukai. Ketika anak merasa memiliki kendali dalam memilih makanan, mereka akan lebih tertarik untuk mencoba dan menikmati makanan tersebut. Ini juga bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak tentang pentingnya memilih makanan yang sehat.
6. Kenalkan Makanan Baru dengan Sabar
Jangan putus asa saat si kecil menolak makanan baru. Terus kenalkan makanan baru dengan cara yang berbeda, tawarkan dalam potongan kecil atau dicampur dengan makanan favorit mereka. Biarkan si kecil mengeksplorasi rasa dan tekstur makanan tersebut. Terkadang, anak membutuhkan waktu dan beberapa kali percobaan sebelum mereka mau menerima makanan baru.
7. Jauhkan Distraksi Saat Makan
Matikan TV dan jauhkan gadget saat waktu makan. Distraksi ini dapat mengganggu konsentrasi anak saat makan dan membuat mereka kurang fokus terhadap makanan mereka. Dengan menghilangkan distraksi, anak bisa lebih fokus menikmati makanan yang disajikan.
8. Konsultasikan dengan Ahli
Jika masalah GTM terus berlanjut dan mengganggu pertumbuhan anak, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Dokter atau ahli gizi bisa memberikan panduan yang lebih spesifik dan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan anak.
Mengatasi GTM pada anak memang menantang, namun dengan pemahaman dan pendekatan yang tepat, orang tua dapat membantu anak mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan menikmati makanan dengan gembira. Dukungan dan lingkungan makan yang positif adalah kunci untuk mengatasi fase ini. [mnd/aje]






