Surabaya (beritajatim.com) –Lagu Yowis ciptaan Hendra Kumbara sebenarnya sudah sekitar dua tahunan dibawakan. Hanya saja, belakang ini lagu tersebut lebih banyak diminati oleh warganet. Tak ayal jika banyak musisi Jawa yang menyanyikannya, seperti Sasya Arkhisna.
Selain itu, Happy Asmara pun juga tak ingin ketinggalan. Melalui official live music akun YouTube RC Music, yang diunggah Rabu (26/10/2022) lalu, bahkan sempat masuk trending dalam katagori musik.
Terlebih karena liriknya yang cukup ambyar, sesuai dengan selera musik masyarakat saat ini. Adapun kata Yowis ini merupakan Bahasa Jawa yang memiliki arti ya sudah. Lagu tersebut menceritakan tentang kisah cinta yang telah berakhir karena pasangan merasa sudah tak lagi sejalan. Tak ayal jika ia pun merasa janji-janji yang diberikan selama ini tidaklah nyata.
Meski sebenarnya merasa sangat rindu dan sedih, ia pun hanya bisa pasrah menjadikannya sebagai kenangan semata. Selain itu tetap bersyukur karena semua sudah ada yang mengatur.
Lirik lagu Yowis Ciptaan Hendra Kumbara
Yowis ben dadi kenangan
(Ya sudah biar jadi kenangan)
Yowis mung ning angan-angan
(Ya sudah hanya di angan-angan)
Tresno seng tak gadang
(Cinta yang aku impikan)
Mung mandeg nang tengah dalan
(Hanya berhenti di tengah jalan)
Aku kowe wes ra sejalan
(Aku kamu sudah tak sejalan)
*
Yowis ben dadi cerito
(Ya sudah biar jadi cerita)
Yowis mung sekedep moto
(Ya sudah hanya sekejap mata)
Janjimu ora ori
(Janjimu tidak asli)
Jebule mung kawe siji
(Ternyata hanya KW satu atau palsu)
Jare tulus jebule mung apus-apus
(Katanya tulus ternyata hanya omong kosong)
**
Aku nangis ra uwes-uwes
(Aku menangis tak henti-henti)
Teles kebes wes nganti kalis
(Basah kuyup sudah sampai kalis)
Aku kangen ning mung tak pendem
(Aku kangen tapi hanya ku pendam)
Nangis mergo janjimu seng lamis
(Menangis karena janjimu di mulut saja)
***
Opo meneh sing mbok golek i
(Apa lagi yang kau cari)
Rumangsaku kabeh wes tak turuti
(Perasaanku semua telah ku turuti)
Tibo tangiku mung kanggo kowe
(Jatuh bangunku hanya untuk kamu)
Snajan sak onone
(Walau apa adanya)
Seng penting perjuangane
(Yang penting perjuangannya)
Opo mergo wong ora nduwe
(Apa karena orang tak punya)
Kowe nganti tego ninggalake
(Kamu sampai tega meninggalkan)
Snajan atiku wes ajur mumur
(Walau hatiku sudah hancur remuk)
Tetep kudu bersyukur
(Tetap harus bersyukur)
Kabeh wes ono seng ngatur
(Semua sudah ada yang mengatur)
[berita-terkait number=”5″ tag=”lagu”]
*
Yowis ben dadi cerito
(Ya sudah biar jadi cerita)
Yowis mung sekedep moto
(Ya sudah hanya sekejap mata)
Janjimu ora ori
(Janjimu tidak asli)
Jebule mung kawe siji
(Ternyata hanya KW satu atau palsu)
Jare tulus jebule mung apus-apus
(Katanya tulus ternyata hanya omong kosong)
**
Aku nangis ra uwes-uwes
(Aku menangis tak henti-henti)
Teles kebes wes nganti kalis
(Basah kuyup sudah sampai kalis)
Aku kangen ning mung tak pendem
(Aku kangen tapi hanya ku pendam)
Nangis mergo janjimu seng lamis
(Menangis karena janjimu di mulut saja)
***
Opo meneh sing mbok golek i
(Apa lagi yang kau cari)
Rumangsaku kabeh wes tak turuti
(Perasaanku semua telah ku turuti)
Tibo tangiku mung kanggo kowe
(Jatuh bangunku hanya untuk kamu)
Snajan sak onone
(Walau apa adanya)
Seng penting perjuangane
(Yang penting perjuangannya)
Opo mergo wong ora nduwe
(Apa karena orang tak punya)
[berita-terkait number=”5″ tag=”drama”]
Kowe nganti tego ninggalake
(Kamu sampai tega meninggalkan)
Snajan atiku wes ajur mumur
(Walau hatiku sudah hancur remuk)
Tetep kudu bersyukur
(Tetap harus bersyukur)
Kabeh wes ono seng ngatur
(Semua sudah ada yang mengatur). (fyi/ian)






