Malang(beritajatim.com) – Ketua Dewan Pembina Vertical Rescue Indonesia (VRI) Letjen TNI (Purn) A M Putranto bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meresmikan jembatan ke 221 di seluruh Indonesia. Jembatan ini berada di atas Sungai Bango yang menghubungkan Polehan dan Kedungkandang, Kota Malang.
“Sudah membangun yang ke-221 di seluruh Nusantara dengan target 1.000 jembatan. Ini sudah berjalan sepuluh tahun. Saya masuk tahun kelima,” ujar AM Putranto, Kamis, (23/10/2025).
Jembatan gantung ini dibangun hasil swadaya masyarakat salah satunyandari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).
Sebelum membangun jembatan AM Putranto meminta Babinsa dan Komandam Kodim setempat untuk melakukan survei di lokasi. Tim yang diterjunkan kemudian melaporkan ke VRI sebelum akhirnya membangun jembatan gantung.
“Melalui para Babinsa atau Dandim, mana yang dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga itu lah yang menjadi titik awal kita membangun jembatan. Tentu membangun jembatan ini tidak sekadar, tetapi bantuan dari rekan-rekan. Yang kedua ini murni dibangun dari bantuan atau pihak dari PSMTI bersama rekan-rekan yang ada di komunitas,” ujar Putranto.
Putranto berharap usai jembatan Polehan – Kedungkandang diresmikan. Pemerintah Kota Malang akan melakukan perawatan berkala termasuk membangun jembatan permanen di lokasi ini.
“Kita memancing itu dulu. Jadi sekali lagi, saya dengan PSMTI ini yang kedua, di Jembatan Bango dan Jembatan Kalimetro. Yang biasanya ditempuh tiga – empat jam, sekarang hanya sepuluh menit, artinya sangar luar biasa. Pendidikan bisa berkembang, perekonomian akan jalan, sehingga masyarakat akan menggunakan jembatan ini semaksimal mungkin,” ujar Putranto.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, untuk rencana jembatan permanen masih dalam kajian mereka. Wahyu sendiri ingin jembatan ini dibuat permanen karena sebagian tanah ada yang dihibahkan ke Pemkot Malang.
“Pada saat pengecekan 3 hari lalu saya sudah meminta kepala PUPR, karena jalannya terlalu curam dan licin. Kalau hujan, kasihan yang melintas, terutama anak-anak kecil, takut terpeleset. Maka saya minta tengahnya ada model trap, kemudian jalan yang menukik, akan saya bangun penghalang, agar saat hujan tetap aman. Kemudian yang di Kelurahan Polehan, ada hibah tanah juga, nanti akan saya buat agar jalannya tidak terlalu curam sehingga anak kecil bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujar Wahyu. (luc/ted)






