Mojokerto (beritajatim.com) – Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau dikenal dengan Car Free Day (CFD) kini mulai diberlakukan di sekitar Alun-alun Mojokerto. Uji coba pemberlakuan sistem tersebut telah berlaku Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto sejak Minggu (31/12/2023) pekan lalu.
Selama CFD ini berlangsung, kendaraan bermotor terutama roda empat dilarang untuk melintasi hingga area sekitar Alun-alun. Mulai dari Pos Sabhara hingga Simpang PMI. Selain berolahraga dan menikmati jajanan, pengunjung juga bisa menikmati fasilitas perpustakaan yang ada di Alun-alun sisi barat.
Pengunjung bisa membaca beragam jenis genre buku sembari menikmati suasana rindangnya pepohonan. Pemkot terbukti serius dalam upaya peningkatan kesehatan warganya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Harapan Hidup Kota Mojokerto terus mengalami kenaikan. Dari 75,53 tahun di 2022 menjadi 75,80 tahun di 2023.
“Alun-alun menjadi salah satu spot yang ramai dikunjungi masyarakat untuk berolahraga pagi di hari Minggu. Nah ini hal baik yang harus kita dukung agar masyarakat bisa beraktivitas lebih aman dan nyaman, kita berlakukan pembatasan kendaraan bermotor mulai pukul 05.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB,” ujar Pejabat (Pj) Wali Kota Mojokerto, Ali Kuncoro, Minggu (7/1/2024).
Alun-alun Kota Mojokerto belakangan makin ramai dikunjungi masyarakat di akhir pekan, terutama Minggu pagi. Mereka berasal dari berbagai kalangan lintas usia, mulai dari anak kecil, muda-mudi hingga lansia. Mereka bersemangat menikmati akhir pekan dengan berolahraga ataupun sekadar bersantai.
“Pembangunan infrastruktur tidak hanya menyasar peningkatan perekonomian, tapi juga derajat kesehatan masyarakat. Termasuk Alun-alun yang belum lama selesai direvitalisasi ini. Karena kita tahu, kesehatan ini juga modal dasar untuk kita bisa semakin produktif. Masyarakat dapat beraktivitas tanpa khawatir bahaya kendaraan yang sedang melintas,” katanya.
Masih kata Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Timur ini, masyarakat juga semakin nyaman karena kualitas udara di area sekitar menjadi lebih bersih. Karena tegas orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto, area bebas dari polusi asap kendaraan bermotor.
Sementara itu, salah satu runner, Mayang mengaku rutin mengunjungi Alun-alun Kota Mojokerto di akhir pekan untuk berolahraga lari. Ia juga mengapresiasi Pemkot Mojokerto yang telah menyediakan menyediakan fasilitas representatif untuk hobinya tersebut.
“Dulu di Benteng Pancasila, sekarang pindah sini. Lebih nyaman. Karena kendaraan yang masuk benar-benar dibatasi dan PKL juga ada area sendiri, jadi nggak ganggu,” terangnya. [tin/but]
![Alun-alun Mojokerto Kembali Dibuka untuk Car Free Day Masyarakat mengikuti Car Free Day di Alun-Alun Kota Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240107-WA0019_XjNtPt4l9H-1024x683.jpeg)





