Pasuruan (beritajatim.com) – Revitalisasi kawasan Alun-alun Kota Pasuruan belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Fasilitas yang memudahkan para penyandang disabilitas masih perlu ditingkatkan.
Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan, Dedy Tjahjo Poernomo mengungkapkan, revitalisasi Alun-alun belum dilengkapi dengan fasilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas. Dia menekankan para penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk menikmati kawasan Alun-alun.
“Khususnya di sekitar payung Madinah dan area masuk Masjid Agung Al Anwar. Karena selama ini teman-teman penyandang disabilitas sering mengeluh,” ungkap Dedy.
Apalagi jika ada rencana untuk memindahkan lokasi parkir ke tempat yang agak jauh dari Alun-alun. Menurut Dedy, hal ini akan berdampak buruk pada penyandang disabilitas.
BACA JUGA:
4 Wisata Hidden Gem di Pasuruan, Nuansa Alaminya Buat Nyaman
Pendapat ini juga dikuatkan oleh Ketua Disabilitas Motor Indonesia (DMI) Kota Pasuruan, Muhammad Mabrur. Ia menjelaskan bahwa penyandang disabilitas, terutama yang memiliki keterbatasan fisik, kesulitan dalam mencari tempat parkir.
Terlebih lagi, penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda tidak dapat berjalan jauh.
“Kami memerlukan tempat parkir khusus yang diberi tanda untuk penyandang disabilitas. Mereka dapat parkir di sana dan langsung menuju ke Alun-alun,” ungkap Mabrur.
BACA JUGA:
Banyaknya Kekerasan Pada Perempuan dan Anak, Pemkab Pasuruan Beri Pendampingan
Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menjelaskan bahwa pemerintah kota telah memasang guiding block (tegel berpola untuk disabilitas) di kawasan Alun-Alun. Selain itu, Pemerintah Kota juga akan menambah fasilitas akses bagi penyandang disabilitas, seperti rambatan disabilitas.
Rambatan ini akan dibangun di sekitar payung Madinah dan Masjid Agung Al Anwar. “Rencananya akan dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan payung Madinah,” kata Adi. [ada/beq]

as a preferred source on Google




