Lamongan (beritajatim.com) – Debit air Sungai Bengawan Jero terus meningkat seiring dengan tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Kabupaten Lamongan.
Kondisi itu semakin diperparah dengan lebatnya eceng gondok dan sampah yang memenuhi aliran sungai tersebut hingga mengakibatkan banjir.
Bahkan, ada beberapa sekolah yang terganggu aktivitas kegiatan belajar mengajarnya karena ruangannya terdampak banjir.
Kini, untuk memperlancar aliran sungai yang dipenuhi eceng gondok maupun sampah itu, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Lamongan menyerahkan bantuan perahu pencacah eceng gondok dan perahu akomodasi agar dimanfaatkan di bantaran sungai Bengawan Jero di wilayah Kecamatan Turi dan Kalitengah.
Secara simbolis, penyaluran perahu itu diserahkan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Lamongan, di Jembatan Kiringan Kecamatan Turi, Lamongan Rabu (15/2/2023).
“Perahu ini merupakan bantuan dari Kwarcab Lamongan yang bisa dimanfaatkan untuk menyapu eceng gondok. Kita harapkan dengan bantuan perahu ini bisa membersihkan eceng gondok sehingga memperlancar arus air menuju pembuangan. Kepada Pak Camat Turi dan Camat Kalitengah, bantuan ini dapat dioperasionalkan untuk mendampingi perahu cacah yang sudah ada,” terang Bupati Yuhronur.

Bupati Yuhronur juga menyampaikan bahwa sejak bulan November tahun 2022 lalu, Pemkab Lamongan terus menggencarkan program gerakan perahu penyapu eceng gondok (Garpu Sendok). Menurutnya, program itu bakal terus dilakukan hingga penanganan eceng gondok tuntas, melalui normalisasi dan memperlancar aliran sungai tersebut.
Ia juga merinci, Pemkab Lamongan telah menerapkan 2 metode untuk mengatasi persoalan tersebut. Pertama dengan mencacah eceng gondok yang kemudian dihanyutkan ke sungai. Kedua dengan pengentasan eceng gondok ke tepi bibir sungai.
“Dengan tambahan perahu pencacah ini diharapkan bisa semakin mempercepat gerakan Garpu Sendok yang telah terlaksana sepanjang 27 kilometer dari target 40 kilometer. Sehingga aliran air bisa lancar dan tidak terganggu lagi dengan eceng gondok dan sampah,” paparnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-lamongan”]
Mengenai aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) yang kerap terganggu banjir, pihaknya mengaku terus mendorong KBM agar bisa terus dimaksimalkan melalui berbagai macam solusi. Salah satunya dengan menggunakan balai desa sebagai tempat KBM alternatif sementara.
Lebih lanjut, Bupati Yuhronur juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan di aliran sungai.
“Mari kita semua saling gotong royong untuk menjaga kebersihan sungai kita. Bahkan aktifitas tidak boleh berhenti. Bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir agar cepat ditangani dan dicarikan solusi. Jangan sampai proses belajar mengajar berhenti. Bisa memanfaatkan balai desa untuk belajar,” jelasnya.
Selain menyalurkan bantuan perahu pencacah eceng gondok, Bupati Yuhronur juga menyerahkan bantuan sebanyak 508 paket sembako dari Baznas kepada masyarakat terdampak banjir yang tersebar di enam desa di Kecamatan Turi, dengan rincian 292 paket di Desa Putatkumpul, 50 paket di Desa Kemlagigede, 52 paket di Desa Kemlagilor, 41 paket di Desa Bambang, 30 paket di Desa Pomahanjanggan dan 43 paket di Desa Kepudibener.
Masing-masing paket sembako itu berisi beras 5 kg, minyak goreng dan mie instan, yang diserahkan di Balai Desa Kemlagilor.[riq/ted]






