Surabaya (beritajatim.com) – Scene dibuka dengan seekor ubur-ubur yang berenang di udara. Satu detik kemudian, suara Novia Bachdim masuk menyanyikan lagu Padamu Negeri. Gambar terus berjalan di atas air laut, menuju batu karang lalu naik melewati bebatuan dan memasuki hutan.
Bersama dengan suara kenong, layar lalu menampilkan tujuh pulau melayang di udara. Di bawahnya ada Candi Borobudur, tebing-tebing dan sebuah danau. Suara lalu digantikan oleh narator yang dengan suara berat seperti di film pahlawan, menjelaskan tentang Indonesia sebagai tempat terindah di indonesia.
Itulah sedikit cuplikan video klip rilisan kanal You Tube Alffy Rev bertajuk “Wonderland Indonesia”. Mengudara tepat di peringatan hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2021, video tersebut berhasil memuncaki trending You Tube untuk kategori musik.
Berkolaborasi dengan Novia Bachdim sebagai penyanyi utama, video ini membawakan medley 9 lagu daerah dan 1 lagu nasional. Dibuka dengan Padamu Negeri, lalu Paris Barantai asal Kalimantan, Si Patokaan asal Sulawesi Utara, Sajojo asal Papua, Jengger, asal Bali, Anak Kambing Saya asal NTT, Manuk Dadali asal Jawa Barat, Kampuang nan Jauh di Mato asal Sumatera Barat, dan Lelo Ledhung dari Jawa Tenegah. Khusus untuk Lelo Ledhung dinyanyikan oleh Ayu Anantha.
Selain menyajikan suara merdu Novia Bachdim berlatar musik Electronic Dance Music (EDM) yang banjir pujian di twitter, dan banyak media social, video ini juga menyuguhkan tampilan visual yang menakjubkan. Alffy Rev yang memiliki nama lengkap Awwalur Rizqi Al-firori, mengkolaborasikan antara busana dan rumah adat dengan editing videografi futuristic dengan banyak efek sureal.
Hal ini senada dengan pesan yang ia ingin sampaikan, “Wonderland Indonesia is a magical and extraordinary project, combining music exploration and traditional cultures with modern concept.”
[berita-terkait number=”5″ tag=”musik, musisi”]
Ini bukan pertama kalinya Alffy Rev membuat video klip dan musik dengan konsep yang menggabungkan antara budaya tradisional dengan videografi modern. Pria kelahiran Trawas, Mojokerto ini memang dikenal sebagai musisi yang idealis dan penuh dengan imajinasi liar.
Lelaki yang memulai debut musik sebagai juara lomba adzan di desanya ini bahkan rela meninggalkan bangku kuliah demi memblei launchpad. Alat musik yang membawanya bertemu dengan istrinya, Linka Angelia dan menemaninya menghasilkan karya-karya kreatif. [tur/bjo]






