Newcastle (beritajatim.com) – Sorotan utama pada matchweek kedua Premier League bakal mengarah ke St James’ Park. Bagaimana tidak. Newcastle United akan menjamu Liverpool FC (26/8). Jalannya pertandingan bukan sajian utama. Melainkan tentang kelanjutan saga transfer Alexander Isak.
Baru saja, striker Newcastle itu merilis pernyataan krusial terkait masa depannya. Secara implisit, dia menyebut bahwa hubungannya dengan Newcastle sedang tidak baik-baik saja.
“Selama ini aku diam dan pihak-pihak lain berbicara berdasarkan versi mereka. Ketika janji telah rusak dan kepercayaan telah hilang, maka hubungan mustahil dilanjutkan. Perubahan adalah jalan terbaik. Bukan sekadar untukku. Melainkan juga untuk klub,” bunyi nukilan pernyataan Isak via Instagram-nya.
Tak berselang lama, The Magpies membalas pernyataan strikernya itu. Sikap Newcastle sangat jelas. Mereka tidak merestui kepergian Isak, sejauh ini.
“Isak masih terikat kontrak dengan kami (hingga 2028, Red). Tidak ada satu pun pihak dari klub yang mengizinkannya pergi musim panas ini. Isak masih bagian keluarga ini. Dia akan diterima lagi saat siap untuk bergabung dengan rekan setimnya,” bunyi pernyataan sikap Newcastle.
Sebelumnya, Isak mengancam mogok main jika kepindahannya ke LFC diblok. Dan, klub mengabulkannya. Dia dicoret dari skuad ketika Newcastle ditahan imbang 0-0 oleh Aston Villa (16/8).
Salah satu pemicu keengganan Newcastle melepas Isak adalah kegagalan mereka mendapatkan penggantinya. Ironisnya, salah satu incaran Newcastle, Hugo Ekitike, malah dicomot LFC.
Beberapa nama lain juga kabur ke klub lain. Sebut saja Joao Pedro (Chelsea) dan Benjamin Sesko (Manchester United). Itu yang membuat tawaran LFC sebesar GBP120 juta (Rp2,6 triliun) akhir bulan lalu ditolak Newcastle.
Nah, dengan situasi yang belum kondusif, sangat mungkin Isak bakal kembali diparkir di laga vs The Reds pekan depan. Laga tersebut bakal jadi teror bagi LFC bahwa Isak tidak akan dilepas musim ini, setidaknya hingga Newcastle mendapat striker baru. (dio)






