Newcastle (beritajatim.com) – Drama Alexander Isak ternyata belum berakhir meski Newcastle United terang-terangan enggan menjualnya. Kini situasinya memanas lantaran Isak marah dan mengancam bakal mogok main bagi Newcastle musim ini.
“Serangan” Isak itu membuat posisi Newcastle terjepit. Jika bersikukuh enggan menjual Isak, maka mereka akan merugi karena mantan striker Real Sociedad itu bakal enggan dimainkan.
“Itu (mogok main, Red) berlaku meski bursa transfer musim panas ini ditutup dan dia (Isak, Red) masih berstatus pemain Newcastle. Artinya, Isak bisa diparkir sepanjang musim kecuali dia pergi pada bursa transfer Januari mendatang,” tulis The Athletic.
Keinginan striker Swedia itu untuk pergi dari Newcastle dipicu musim panas tahun lalu. Kala itu, dia ingin mendapat perpanjangan kontrak sekaligus peningkatan gaji. Newcastle menolaknya.
Penolakan The Magpies bukannya tanpa alasan. Kontrak lama Isak masih berlaku hingga 2028. Selain itu, dia juga digaji cukup tinggi dengan GBP120 ribu (Rp2,6 miliar) per pekan.
Di LFC, dia sangat mungkin menerima setidaknya GBP200 ribu (Rp4,4 miliar) per pekan. Isak juga akan dikontrak hingga 2030. Situasi yang diinginkannya bersama Newcastle.
Ancaman mogok main Isak tampaknya juga bukan sekadar gertakan. Dilansir The Times, Isak bahkan telah keluar dari rumahnya yang ada di Ponteland. Dia juga telah memasukkan rumahnya itu ke biro pemasaran.
Solusinya ada dua. Yang pertama, Newcastle harus mendatangkan striker anyar. Solusi kedua adalah segera menjualnya ke LFC. Sebelumnya, Newcastle telah menolak GBP120 juta (Rp2,64 triliun) dari LFC. GBP140 juta (Rp3,08 triliun) tampaknya sudah cukup agar Isak segera merapat ke The Reds. (dio)






