Surabaya (beritajatim.com) – Wajar saja jika seseorang tidak menyukai sesuatu hal. Namun jika sudah mulai membenci bahkan pada diri sendiri, tentu hal ini dapat mengganggu kesehatan mental.
Emosi-emosi negatif, seperti merasa tidak berguna, tidak berharga, hanya menjadi beban, dan selalu gagal, cenderung dirasakan oleh mereka yang membenci dirinya sendiri. Adapun beberapa alasan hal ini bisa terjadi, di antaranya karena;
Perbandingan sosial
Adanya perbandingan sosial antara ia dan orang lain yang berbeda signifikan, biasanya menjadi alasan utama orang-orang membenci dirinya sendiri. Membandingkan pencapaian dan semua hal yang dimiliki orang lain, kerap membuat diri merasa gagal.
Beragam pertanyaan pun kerap muncul, mengapa tidak seberuntung dan lebih baik dari orang tersebut. Ia lupa bahwa semua orang memiliki timing dan porsi kesuksesannya masing-masing.
Obsesi untuk menyenangkan orang lain
Menjadi seseorang yang dapat bermanfaat dan menyenangkan orang lain ialah momen yang memang membanggakan. Serasa kehadiran kita bisa lebih dihargai. Namun, terlalu terobsesi untuk menyenangkan orang lain tentu tidak baik.
Padahal kita tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Pasti akan ada saja yang tidak suka. Tak ayal ketika seseorang sudah terobsesi dan ternyata gagal memenuhi harapan orang lain, ia pun akan merasa membenci dirinya sendiri.
Mengalami traumatis
Beragam hal yang membuat seseorang mengalami kejadian traumatis. Sebagian di antaranya bahkan dialami pada saat mereka masih kecil.
Semua hal yang dialaminya tersebut tak ayal membangun perspektif mereka terhadap dunia yang jahat dan tidak aman. Hingga kemudian membangun narasi bahwa dirinya tidak pantas untuk untuk dihargai maupun dicintai.
Memiliki harapan dan pemikiran yang tidak masuk akal
Terlalu keras dalam memikirkan sesuatu, hingga memiliki harapan yang dirasa tidak masuk akal, kerap kali membuat seseorang gagal mencapainya. Dengan ekspektasi yang tinggi tersebut, tak ayal kegagalan hanya akan menjadi boomerang untuk diri sendiri.
Perasaan gagal karena tidak bisa mencapai hal tersebutlah yang kemudian membuat seseorang merasa benci dan kecewa terhadap dirinya sendiri. Meskipun sebenarnya mereka juga tahu bahwa harapannya tersebut tidak masuk akal. (fyi/ian)






