Madiun (beritajatim.com) – Inilah alasan KA Sancaka turunkan paksa dua penumpangnya di Stasiun Kedunggalar Ngawi pada Kamis (1/6/2023) kemarin. Kejadian penurunan paksa penumpang ini sempat viral diberitakan oleh media.
Dalam dunia perkeretaapian, aturan dan ketertiban sangatlah penting. Sebagai salah satu perusahaan kereta api terbesar di Indonesia, PT KAI memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi semua penumpangnya.
Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh KA Sancaka menurunkan paksa penumpangnya tersebut bukan tanpa alasan. PT KAI menegaskan bahwa penurunan paksa kepada penumpang KA Sancaka tersebut karena melanggar relasi tiket.
Berdasarkan penjelasan Humas PT KAI Daops 7 Madiun, Supriyanto, kedua penumpang tersebut telah melanggar relasi tiket. Kedua penumpang tersebut seharusnya turun di Stasiun Madiun karena tiketnya relasi Surabaya – Madiun.
Baca Juga: Viral Sepeda Nabi Adam, Ini Lokasi dan Fakta Sebenarnya
Namun, kedua penumpang tersebut malah berpura-pura membeli makanan di kereta makan. KA Sancaka pun akhirnya berhenti luar biasa di stasiun Kedunggalar setelah kondektur menemui dua penumpang tersebut.
“Seluruh kondektur memiliki aplikasi Check Seat Passenger. Sehingga, kondektur kana tahu jika ada penumpang yang belum turun dari KA padahal sudah melewati stasiun tujuan sesuai di tiket,” terang Supriyanto sebagaimana dilansir dari Beritajatim.com.
Bahkan, pihaknya menjelaskan bahwa semua kondektur kereta api telah dibekali aplikasi yang bisa digunakan untuk mengontrol penumpang. Aplikasi ini diberi nama Check Seat Passenger.
Baca Juga: Kata KAI Soal Penumpang KA Sancaka Diturunkan di Kedunggalar
Setiap kondektur mengetahui jika ada penumpang yang belum turun dari KA padahal sudah melewati stasiun tujuan sesuai di tiket. Maka tindakan yang dilakukan akan diturunkan di stasiun terdekat.
“PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menegaskan bakal menurunkan penumpang yang melebihi relasi tiket di stasiun terdekat. PT KAI meminta penumpang agar naik dan turun sesuai dengan rute yang tertera dalam tiket,” tandasnya.
Menurutnya, kejadian seperti ini telah berulang kali terjadi. Kasusnya hampir sama, yakni penumpang dengan tiket tujuan stasiun telah dilewati namun penumpang tidak turun.
Baca Juga: 2 Penumpang KA Sancaka Diturunkan di Stasiun Kedunggalar Ngawi
Untuk itu, PT KAI terus mengingatkan kepada seluruh pelanggan agar turun di stasiun yang tertera di tiket agar tidak ditegur dan diturunkan di stasiun pemberhentian selanjutnya.
“Jika pelanggan didapati sengaja turun melebihi stasiun yang tertera di tiket, maka yang bersangkutan akan diturunkan di stasiun terdekat yang berkemungkinan jauh dari akses jalan raya,” pesan Supriyanto. (ian)






