Jakarta (beritajatim.com) – Dukungan terhadap calon presiden 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo, semakin menguat dengan keterlibatan pengusaha nasional dan lokal dalam relawan Progresif, yang bertekad mendukung Ganjar Mahfud sebagai Presiden pada tahun 2024.
Deklarasi resmi dilakukan di gedung Smesco Jakarta pada Jumat (8/12/2023), dengan kehadiran tokoh utama seperti Arsjad Rasjid, ketua Tim TPN Ganjar Mahfud dan ketua KADIN, Eka Sastra, Direktur Progresif, dan sejumlah pengusaha lainnya.
Eka Sastra menyampaikan komitmen mereka untuk mendukung Ganjar dan Mahfud dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sastra optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Ganjar dan Mahfud, UMKM Indonesia akan mengalami kemajuan yang signifikan.
Ganjar menyambut baik dukungan dari para pengusaha, terutama karena mereka bersedia bersatu dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program-program pengembangan UMKM.
“UMKM merupakan salah satu fokus utama saya dan Pak Mahfud. Pengalaman saya di Jawa Tengah membuktikan potensi besar UMKM dengan kreativitas yang luar biasa,” ungkap Ganjar.
Selama memimpin Jawa Tengah selama 10 tahun, Ganjar telah meluncurkan berbagai program untuk mendukung UMKM, termasuk pendampingan, pelatihan, dan kemudahan akses modal. Program yang paling mencolok adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. Meskipun KUR Nasional memiliki bunga 12 persen, Ganjar berhasil menurunkan bunga KUR di Jawa Tengah menjadi 7 persen, dan saat ini mencapai 6 persen per tahun.
“Program ini sangat membantu pelaku UMKM di Jateng untuk mengakses modal. Dengan KUR, banyak UMKM di Jateng yang telah mencapai kesuksesan dan mengalami peningkatan kelas,” tambahnya.
Selain KUR dengan bunga rendah, Ganjar juga menciptakan program lain yang disebut Kredit Lapak, khusus untuk pedagang kecil seperti pedagang pasar dan warung. Program ini telah memberdayakan banyak pelaku usaha kecil.
“Kami akan terus melanjutkan kedua program ini, terutama dengan dukungan kuat dari pengusaha. Ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia, dan kami yakin banyak UMKM yang dapat kami bantu agar dapat meningkatkan kelasnya,” tandas Ganjar.
Baca Juga:
Ganjar Sebut Netralitas TNI dan Polri dalam Pemilu Berdampak pada Kualitas Demokrasi
[16.18, 8/12/2023] Ngopibareng Alief Sambogo: Ganjar Pranowo Menyuarakan Kepentingan Daerah DPT Kecil dalam Kampanye Pemilihan Presiden
JAKARTA – Masa kampanye Pilpres 2024 telah dimulai, dan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, memilih untuk berkampanye di daerah-daerah dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang relatif kecil, berbeda dengan calon presiden lainnya yang cenderung mengunjungi daerah dengan DPT besar.
Ganjar memulai kampanyenya dari Merauke dan melanjutkannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, dan Kalimantan. Ia aktif berkunjung ke kabupaten-kabupaten kecil, seperti Maumere, Rote, Ende, Bima, Pontianak, dan sejumlah daerah lainnya.
Keputusan Ganjar ini tidak terlepas dari pertimbangan tertentu. Menurutnya, kampanye bukan sekadar untuk memenangkan suara di daerah dengan potensi suara besar, tetapi juga untuk mendengar dan meresapi aspirasi dari seluruh masyarakat Indonesia.
“Banyak yang bertanya mengapa saya memilih untuk berkampanye di daerah-d daerah dengan potensi suara kecil? Mengapa tidak di daerah dengan suara besar? Pertanyaan ini sering muncul,” ujar Ganjar saat menghadiri deklarasi relawan Progresif di Smesco Jakarta, Jumat (8/12/2023).
Ganjar menjelaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang meraih banyak suara, melainkan merupakan amanah dari rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Menurutnya, mendengarkan suara rakyat dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk yang berasal dari daerah yang potensi suaranya kecil, adalah langkah yang adil.
“Saya yakin bahwa cara seperti itu diperlukan untuk membangun Indonesia saat ini. Semua lapisan masyarakat harus terlibat, dan tidak boleh ada yang ditinggalkan tanpa alasan apapun, terutama hanya karena potensi suara kecil,” tegasnya.
Ganjar yakin bahwa konsep ini merupakan kunci untuk membangun Indonesia. Semua masyarakat harus dilibatkan, dan tidak boleh ada yang ditinggalkan dalam pembangunan, sesuai dengan konsep “No one left behind” yang telah diterapkan selama kepemimpinannya sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Selama melakukan kampanye di berbagai daerah kecil di Indonesia, Ganjar mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat, termasuk tentang ketersediaan pupuk, harga bibit dan obat-obatan, akses pelatihan dan pendanaan bagi UMKM, pendidikan, kesehatan, hak perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan masalah lainnya.
“Dari cerita-cerita ini, kami akan merumuskan kebijakan yang konkret. Ada banyak program nyata yang dapat dilakukan, dan itulah yang akan kami perjuangkan jika mendapatkan mandat dari rakyat,” pungkasnya sambil disambut dengan tepuk tangan ribuan masyarakat.
Pasangan Ganjar Mahfud memang memilih kampanye ke sejumlah daerah kecil di Indonesia. Ganjar mengawali kampanye keliling Indonesia Timur, mulai Papua, NTT, NTB, Sulawesi dan Kalimantan. Sedangkan Mahfud mengawali kampanye dari Barat Indonesia, mulai Sabang Aceh hingga ke daerah lainnya.
Sementara itu, pasangan Prabowo Gibran dan Anies Muhaimin memilih kampanye di sejumlah daerah dengan DPT besar. Kedua pasangan itu aktif berkegiatan di Jatim, Jateng dan Jabar serta provinsi dengan DPT besar , antara lain Lampung dan Makassar. (ted)






