Bojonegoro (beritajatim.com) – Warga Dusun Ngronan Desa Bobol Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro belum bisa menikmati akses jalan yang memadai. Bahkan, akses jalan satu-satunya yang harus dilalui warga dengan menyeberangi sungai.
Seperti dalam unggahan video yang viral di media sosial Facebook. Dalam video tersebut terlihat seorang dewasa sedang menggendong anaknya menyeberangi sungai dengan melawan arus setinggi paha orang dewasa. Mereka mengantarkan anak-anaknya untuk berangkat sekolah.
Saat musim hujan seperti sekarang, kondisi arus sungai cukup deras dan membahayakan. Seperti yang tampak dalam video yang viral tersebut. Namun, warga harus tetap menyeberangi sungai lantaran akses jalan tidak ada jembatan.
Kejadian ini pun menuai beragam komentar warganet. Sejumlah pengguna media sosial itu mempertanyakan video tersebut masih terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Kabupaten yang kaya dengan sumber migasnya.
“Sudah mau 2025 dan masih seperti ini? Miris sekali. Semoga segera punya jembatan dulur,” komentar warganet.
Sementara, Camat Sekar Alit Saksana Purnayoga saat dikonfirmasi mengatakan, jika lokasi tersebut kemungkinan di wilayah Dusun Ngronan, Desa Bobol, Kecamatan Sekar. Namun dia belum bisa memastikan kapan waktunya.
“Untuk lokasi sepertinya memang di Ngronan, tapi untuk waktunya kapan saya belum bisa memastikan,” jelasnya, Sabtu (14/12/2024).
Alit menyebut, jika pada hari biasa sungai itu cenderung bening dan dangkal, sehingga biasa dilewati warga, terutama para anak yang berangkat ke sekolah. “Karena kalau hari biasa sungai tidak setinggi itu dan cenderung bening. Kemungkinan kejadiannya pasca hujan,” pungkasnya.
Data di Kecamatan Sekar, Dusun Ngronan, Desa Bobol dihuni sebanyak 246 KK, yang tersebar di 7 RT dan 2 RW. [lus/ian]






