RINGKASAN BERITA:
- Jarak antara hotel jemaah haji Indonesia dengan halte bus shalawat di Makkah dirancang sangat dekat dengan rata-rata kurang dari 100 meter.
- Sebanyak 74 halte disiagakan di berbagai wilayah pemondokan untuk melayani mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram selama 24 jam nonstop.
- Penempatan halte didasarkan pada kepadatan jemaah di setiap sektor guna memastikan aksesibilitas bagi lansia dan penyandang disabilitas tetap optimal.
- Terminal kedatangan bus dibedakan berdasarkan wilayah, yakni Terminal Syib Amir, Terminal Jiad, dan Terminal Jabal Ka’bah untuk menghindari penumpukan.
- Jemaah diimbau untuk selalu mengingat nomor rute bus guna memastikan perjalanan kembali ke hotel yang sama berjalan lancar.
Makkah (beritajatim.com) – Jarak antara hotel pemondokan jemaah haji Indonesia dengan halte bus shalawat di Makkah dipastikan sangat terjangkau dengan rata-rata kurang dari 100 meter. Layanan transportasi bus shalawat ini beroperasi selama 24 jam nonstop untuk mengantar jemaah dari wilayah akomodasi menuju Masjidil Haram, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas melalui penempatan 74 titik halte yang strategis.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kesiapan infrastruktur transportasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kenyamanan jemaah yang mulai bergeser ke Makkah. Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menegaskan bahwa desain layanan tahun 2026 ini sangat mengedepankan efisiensi jarak guna menjaga fisik jemaah agar tetap prima selama menjalankan ibadah.
“Total ada 74 halte (bus shalawat). Tidak ada yang jauh karena ini sangat menentukan kenyamanan jemaah,” terang Ihsan Faisal saat memberikan keterangan di Kantor Daker Makkah, Sabtu (25/4/2026).
Sebaran Halte Berbasis Sektor Pemondokan
Penempatan titik halte dilakukan secara proporsional berbasis jumlah jemaah di setiap kawasan. Untuk hotel-hotel berkapasitas besar atau yang berfungsi sebagai kantor sektor, halte ditempatkan tepat di titik utama. Sementara itu, jemaah yang tinggal di hotel sekitarnya diarahkan menuju halte terdekat yang masih dalam jangkauan berjalan kaki sangat pendek.
Pengaturan ini sangat membantu jemaah haji asal Jawa Timur (Embarkasi SUB) dan wilayah lainnya yang sering menempati sektor-sektor padat seperti Syisyah atau Jarwal. “Setiap halte melayani dua hingga tiga hotel di sekitarnya, bahkan lebih, tergantung kepadatan jemaah. Jemaah tinggal keluar hotel, ke halte terdekat, lalu naik bus menuju Masjidil Haram,” tambahnya.
Integrasi Rute dan Terminal Tujuan
Untuk meminimalkan potensi jemaah tersesat di tengah kepadatan Makkah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengelompokkan terminal kedatangan bus berdasarkan wilayah akomodasi. Berikut adalah pembagian terminal bus shalawat:
- Terminal Syib Amir: Melayani jemaah dari kawasan Syisyah dan Raudhah.
- Terminal Jiad: Melayani jemaah dari wilayah Misfalah.
- Terminal Jabal Ka’bah: Melayani jemaah dari wilayah Aziziyah dan Jarwal.
Ihsan Faisal mengimbau jemaah untuk selalu mengingat atau mencatat nomor rute bus yang mereka tumpangi. “Yang penting jemaah mengingat nomor rute busnya. Itu yang akan mengantarkan kembali ke hotel yang sama,” pesannya.
Pelayanan Prioritas dan Keamanan Halte
Petugas disiagakan di setiap halte dan terminal untuk mengatur arus massa serta memastikan bus segera berangkat saat kapasitas sudah terpenuhi. Pada jam-jam sibuk, petugas akan melakukan manajemen pergerakan bus agar antara jemaah yang berangkat ke Masjidil Haram dan yang kembali ke hotel tetap seimbang.
Aspek inklusivitas juga menjadi sorotan utama dalam layanan bus shalawat musim haji 1447 H ini. Jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah perempuan mendapatkan prioritas tempat duduk di dalam armada bus.
Petugas lapangan dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI juga siap sedia melakukan navigasi bagi jemaah yang salah menaiki rute. “Kalau pun jemaah salah naik atau salah arah, tidak perlu khawatir. Petugas di lapangan akan membantu mengarahkan kembali ke hotel,” pungkas Ihsan Faisal. [ian/MCH]






