Surabaya (beritajatim.com) – Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menertibkan sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) di jalan raya dibarengi dengan solusi alternatif, yaitu pemberian pekerjaan yang lebih layak dan aman sebagai pengganti.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa penertiban Supeltas akan dilakukan di seluruh penjuru kota. Pemkot Surabaya akan menyerap tenaga para Supeltas atau ‘Pak Ogah’ ke dalam program Padat Karya.
“Memang Supeltas ini mau bagaimanapun orang Surabaya. Jadi nanti bisa diperbantukan, dipekerjakan, tanpa mengesampingkan mereka untuk mencari nafkah. Tapi juga tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” kata Eri, Selasa (26/8/2025).
Melalui program Padat Karya, para Supeltas akan mendapatkan pekerjaan yang lebih terjamin. Mereka akan diberi beberapa pilihan pekerjaan yang bermanfaat bagi kota, seperti pembuatan paving, pembuatan sandal hotel, tenaga Koperasi Merah Putih dan berbagai pekerjaan lainnya.
“Banyak (alternatifnya) di Padat Karya. Ada pembuatan paving, dan lainnya, padat karya di Surabaya ada banyak kan (sudah berkembang),” jelasnya.
Upaya ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya untuk mengatasi masalah sosial dan lalu lintas secara holistik. Dengan menawarkan pekerjaan yang layak, Pemkot berharap bisa meningkatkan kesejahteraan para Supeltas, sekaligus menciptakan ketertiban dan keamanan di jalan raya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya berencana menertibkan sukarelawan pengatur lalu lintas atau yang lebih dikenal dengan sebutan Supeltas, Jumat (22/8/2025).
Penertiban ini dilakukan bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan. Supeltas juga sering dijuluki “Pak Ogah” atau “polisi goceng” oleh masyarakat.
Aksi penertiban akan dilakukan langsung oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan menjadi bagian dari upaya lanjutan setelah penertiban parkir liar. Dishub telah memetakan sejumlah titik tempat Supeltas biasa beroperasi di ruas-ruas jalan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa keberadaan Supeltas dinilai tidak efektif, bahkan malah mempersulit pengendara. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri, di mana ia merasa kesulitan saat akan berbelok atau putar balik karena adanya Supeltas. Sehingga rencana ini diharapkan bisa membuat lalu lintas di Surabaya menjadi lebih tertib dan lancar.
“Ini memang sudah kita mulai sebenarnya dengan Dishub untuk memetakan (supeltas) yang ada di titik-titik itu. Karena saya juga merasakan, waktu mau belok (putar balik) malah tambah macet,” kata Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat (22/8/2025). [kun]






